Bola . 19/01/2026, 22:10 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Wacana boikot Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat kembali mencuat di tengah memanasnya polemik geopolitik terkait klaim Washington atas Greenland.
Seorang politisi senior Jerman bahkan menyebut boikot turnamen sepak bola terbesar di dunia itu bisa dipertimbangkan sebagai langkah protes paling ekstrem terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jurgen Hardt, juru bicara kebijakan luar negeri Partai Kristen Demokrat Jerman (CDU/CSU).
Ia menegaskan bahwa opsi boikot memang bukan langkah utama, namun bisa menjadi alat tekanan politik jika pendekatan diplomatik tidak membuahkan hasil.
“Memboikot turnamen harus dipertimbangkan hanya sebagai langkah terakhir untuk menyadarkan Presiden Trump terkait isu Greenland,” ujar Jurgen Hardt, seperti dikutip dari Antara.
Menurut Hardt, Piala Dunia FIFA memiliki arti strategis dan simbolis yang besar bagi Amerika Serikat, terutama di bawah kepemimpinan Trump.
Hal inilah yang membuat ajang olahraga tersebut dianggap sebagai titik tekan efektif dalam menyuarakan penolakan internasional terhadap klaim AS atas Greenland.
Media Jerman Bild melaporkan bahwa sikap Trump selama ini menunjukkan betapa pentingnya Piala Dunia sebagai etalase kekuatan global Amerika.
Oleh karena itu, ancaman boikot dinilai dapat menjadi sinyal politik yang kuat, baik bagi Gedung Putih maupun publik internasional.
Bahkan, dampak wacana boikot tersebut mulai terasa. Laporan media Yordania Roya News pada 10 Januari lalu menyebutkan bahwa hampir 17.000 pencinta sepak bola membatalkan tiket Piala Dunia mereka.
Pembatalan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Amerika Serikat, khususnya terkait Greenland.
Sebagaimana diketahui, Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar secara bersama-sama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Turnamen ini akan menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya melibatkan 48 tim peserta, meningkat dari format sebelumnya yang hanya diikuti 32 tim.
Ajang sepak bola empat tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan sebagian besar pertandingan digelar di kota-kota besar Amerika Serikat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media