Bola . 19/01/2026, 22:10 WIB

Greenland Memanas! Eropa Ancam Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Selain Piala Dunia, AS juga akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2028 di Los Angeles, memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat event olahraga global.

Namun, di tengah persiapan besar itu, isu geopolitik justru mengancam mencoreng citra penyelenggaraan.

Presiden Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Ia berdalih bahwa pulau terbesar di dunia itu memiliki posisi strategis bagi keamanan nasional AS, terutama untuk menghadapi pengaruh Tiongkok dan Rusia di kawasan Arktik.

Trump juga menyebut penguasaan Greenland penting untuk “melindungi dunia bebas”, sebuah narasi yang menuai kritik keras dari berbagai negara Eropa.

Pemerintah Denmark dan Greenland dengan tegas menolak pernyataan tersebut. Mereka menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk mencaplok Greenland dan meminta Washington menghormati keutuhan wilayah serta hukum internasional.

Greenland merupakan wilayah yang memiliki sejarah panjang dan sensitif. Pulau tersebut merupakan koloni Denmark hingga 1953, sebelum kemudian statusnya berubah.

Pada tahun 2009, Greenland memperoleh otonomi luas, yang memungkinkan wilayah tersebut mengatur pemerintahan dan kebijakan dalam negeri secara mandiri, meski tetap berada dalam Kerajaan Denmark.

Isu kedaulatan Greenland bukan hanya soal geopolitik, tetapi juga menyangkut hak penentuan nasib sendiri masyarakat lokal, faktor yang membuat banyak negara Eropa bereaksi keras terhadap pernyataan Trump.

Wacana boikot Piala Dunia bukan hal baru dalam sejarah olahraga internasional.

Beberapa pengamat menilai, olahraga kerap digunakan sebagai alat diplomasi dan tekanan politik, terutama ketika jalur resmi dianggap buntu.

Meski demikian, Jurgen Hardt menekankan bahwa boikot tetap harus menjadi opsi terakhir, mengingat dampaknya yang luas, termasuk terhadap atlet, federasi sepak bola, dan penggemar.

Namun satu hal jelas, isu Greenland kini telah melampaui ranah politik, dan mulai menyentuh dunia olahraga global.

Jika ketegangan terus berlanjut, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi salah satu turnamen paling sarat muatan politik dalam sejarah FIFA. (*)

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com