Brahim Diaz Minta Maaf Usai Gagal Penalti di Final Piala Afrika 2025

sport.fin.co.id - 20/01/2026, 09:00 WIB

Brahim Diaz Minta Maaf Usai Gagal Penalti di Final Piala Afrika 2025

Brahim Diaz (by Instagram Brahim Diaz)

fin.co.id - Brahim Diaz menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada rekan setim dan seluruh rakyat Maroko usai kegagalannya mengeksekusi penalti pada partai final Piala Afrika 2025 melawan Senegal.

Momen tersebut menjadi titik balik yang menentukan hasil laga puncak dan berujung pada kekalahan Maroko.

Melalui unggahan di akun Instagram miliknya pada Senin 20 Januari 2026. Diaz mengaku terpukul dan menegaskan dirinya memikul tanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut.

Penyerang Real Madrid itu menilai kegagalan penalti tersebut sebagai luka mendalam dalam perjalanan kariernya bersama tim nasional.

“Saya memimpikan gelar ini berkat semua cinta yang kalian berikan kepada saya, setiap pesan, setiap dukungan yang membuat saya merasa tidak sendirian. Saya berjuang dengan segala yang saya miliki, dengan sepenuh hati. Kemarin saya gagal dan saya bertanggung jawab sepenuhnya. Saya meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam,” tulis Diaz pada Senin 19 Januari 2026.

"Luka ini tidak mudah sembuh, tetapi saya akan berusaha bangkit."

Sepanjang turnamen, Diaz sejatinya tampil gemilang. Ia keluar sebagai pencetak gol terbanyak Piala Afrika 2025 dengan koleksi lima gol dan menjadi figur sentral yang mengantar Maroko melangkah hingga partai final.

Kesempatan untuk menjadi pahlawan hadir di laga penentuan ketika Maroko memperoleh hadiah penalti menyusul pelanggaran El Hadji Malick Diouf terhadap Diaz. Keputusan wasit tersebut menuai protes keras dari kubu Senegal, bahkan pelatih Pape Thiaw sempat meminta para pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk ketidakpuasan.

Setelah penundaan yang cukup panjang, pertandingan akhirnya kembali dilanjutkan. Penalti baru dieksekusi pada menit ke-24 masa injury time. Namun, upaya Diaz melalui tendangan panenka ke tengah gawang dengan mudah digagalkan kiper Senegal, Edouard Mendy.

Kegagalan itu berdampak fatal. Senegal kemudian memastikan kemenangan lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu, sekaligus mengunci gelar Piala Afrika untuk kedua kalinya.

Usai pertandingan, Diaz tak mampu menahan air mata saat menerima trofi Sepatu Emas sebagai top skor turnamen. Meski diliputi kekecewaan, ia menegaskan tekad untuk bangkit dan menebus kegagalan tersebut di masa depan.

“Saya akan terus melangkah maju hingga suatu hari nanti saya bisa membalas semua cinta ini dan menjadi kebanggaan bagi rakyat Maroko,” tutup Diaz. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca