Mereka mampu menekan tanpa henti, sementara Jafar/Felisha justru tertekan dan kesulitan melakukan antisipasi defensif yang baik.
Felisha merasa lawan berhasil memenangi posisi angin, sementara mereka justru menghadapi kesulitan.
Evaluasi Kritis: Power Menjadi Kunci Saat Terjebak Kondisi Sulit
Kekalahan yang terasa menyakitkan ini menjadi alarm keras bagi tim ganda campuran Indonesia.
Felisha menegaskan bahwa evaluasi besar-besaran akan segera dilakukan.
Fokus utama mereka adalah mencari solusi agar tetap bisa menyerang secara efektif, bahkan ketika berada dalam posisi yang kurang menguntungkan karena arah angin.
Kapasitas kekuatan otot atau "power" menjadi sorotan utama dalam evaluasi ini.
Baca Juga
Mereka harus menemukan cara agar mampu menembus pertahanan lawan yang solid, terutama saat menghadapi kondisi lapangan yang berat.
"Untuk evaluasi ke depannya, power sebenarnya ada," tegas Felisha.
"Tapi saat kalah angin, kami sangat kesulitan untuk menyerang karena power-nya jadi kalah," tutupnya.
Ganda Putra Jadi Penyelamat: Perang Saudara di Final
Di tengah kabar kurang sedap dari sektor ganda campuran, setidaknya Indonesia masih punya secercah harapan dari nomor ganda putra.
Baca Juga
Satu tiket final sudah dipastikan menjadi milik Merah Putih.
Menariknya, partai final ganda putra akan menampilkan "perang saudara" antara dua pasangan terbaik Indonesia.
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani akan berhadapan dengan pasangan muda yang tampil apik, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.