fin.co.id - Stadion Olimpico akan menjadi panggung pertempuran dua raksasa Italia saat AS Roma menjamu AC Milan dalam lanjutan pekan ke-22 Liga Italia 2025/2026, Senin 26 Januari 2026 dini hari WIB. Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertaruhan gengsi antara pertahanan baja milik tuan rumah melawan rekor mentereng tim tamu yang belum tersentuh kekalahan dalam 20 laga terakhir.
Pasukan Gian Piero Gasperini menatap laga ini dengan kepercayaan diri selangit. Tim serigala ibu kota tengah berada dalam periode "on fire" setelah sukses mengemas dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan. Teranyar, Giallorossi berhasil melumat Torino dengan skor 2-0 di kompetisi domestik dan menumbangkan wakil Jerman, VfB Stuttgart, dengan skor serupa di ajang Liga Europa tengah pekan lalu.
Keunggulan utama AS Roma musim ini terletak pada kedisiplinan lini belakang mereka. Hingga pekan ke-21, Roma tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik di Serie A. Mereka baru kebobolan 12 gol, sebuah angka yang menunjukkan betapa sulitnya lawan menembus jaring gawang yang dikawal kiper utama mereka.
Saat ini, Roma menduduki peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 42 poin. Kemenangan atas AC Milan akan memberikan peluang besar bagi Il Lupi untuk menyalip ke posisi ketiga. Selain faktor pertahanan, rekor kandang Roma musim ini tergolong sangat mengilap. Mereka memenangi 7 dari 9 pertandingan terakhir saat bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Olimpico. Dukungan ribuan Romanisti di tribun diyakini akan memberikan tekanan mental bagi penggawa AC Milan sejak peluit pertama berbunyi.
Rekor Mentereng Milan dan Taktik Pragmatis Allegri
Di sudut lain, AC Milan datang ke Roma dengan status penantang gelar juara yang sangat serius. Rossoneri mengukir catatan fantastis dengan tidak terkalahkan dalam 20 pertandingan Liga Italia terakhir. Rekor ini hanya mampu dikalahkan oleh raksasa Jerman, Bayern Munchen, di level lima liga top Eropa.
Baca Juga
Tim asuhan Massimiliano Allegri baru saja memetik kemenangan beruntun atas Como (3-1) dan Lecce (1-0). Hasil positif ini membuat mereka terus menempel ketat Inter Milan di puncak klasemen. Mengoleksi 46 poin dari 21 laga, Rafael Leao dan kolega hanya terpaut enam angka dari rival sekota mereka.
Allegri kembali menerapkan gaya permainan pragmatis yang efektif musim ini. Meski kerap mendapat kritik karena gaya main yang cenderung membosankan, Milan terbukti mampu meraih hasil maksimal. Namun, sejarah mencatat bahwa Diavolo Rosso seringkali tergelincir saat harus berhadapan dengan tim yang memiliki organisasi pertahanan sangat rapat seperti AS Roma. Walaupun Milan memenangi pertemuan pertama dengan skor 1-0, kunjungan terakhir mereka ke Olimpico berakhir dengan kekalahan telak 1-3.
Badai Cedera dan Komposisi Pemain
Kedua pelatih harus memutar otak karena badai cedera menghantam skuad masing-masing. AS Roma dipastikan tampil pincang tanpa diperkuat Mario Hermoso, Artem Dovbyk, dan Stephan El Shaarawy yang masih menjalani pemulihan. Kabar buruk lainnya, kondisi Gianluca Mancini dan Evan Ferguson masih meragukan meski sudah menunjukkan tanda-tanda pulih. Beruntung bagi Gasperini, sang "permata" Paulo Dybala berada dalam kondisi siap tempur untuk memimpin lini serang.
Baca Juga
AC Milan juga kehilangan beberapa nama penting. Penyerang Santiago Gimenez dipastikan absen, sementara Alexis Saelemaekers masih mengalami cedera ringan. Di sisi lain, Strahinja Pavlovic mulai berangsur pulih dan siap mengawal lini belakang. Allegri diprediksi akan tetap mengandalkan duet Christian Pulisic dan Rafael Leao untuk mengobrak-abrik pertahanan Roma, dengan Niclas Fullkrug sebagai opsi cadangan yang mematikan dari bangku cadangan.
Analisis Strategi dan Prediksi Skor
Pertandingan ini kemungkinan besar akan berjalan dengan tempo yang lambat namun penuh ketegangan taktis. Roma akan mencoba mendikte permainan melalui penguasaan bola dan menunggu celah di lini tengah Milan. Sebaliknya, Milan akan bermain lebih menunggu dan mengandalkan transisi cepat melalui kecepatan Rafael Leao di sisi sayap.
Pertarungan kunci akan terjadi di sektor tengah, di mana kemampuan Roma meredam serangan balik Milan akan menentukan hasil akhir. Jika lini belakang Roma mampu menjaga fokus sepanjang 90 menit, mereka berpeluang besar menghentikan rekor tak terkalahkan Milan.