fin.co.id - Persita Tangerang enggan berlarut dalam euforia usai menahan imbang Bhayangkara FC. Pelatih kepala Carlos Pena kini langsung mengalihkan radar fokusnya pada pemulihan fisik pemain dan pembedahan strategi calon lawan berikutnya, Persija Jakarta.
Langkah ini diambil demi menjaga asa "Pendekar Cisadane" menembus posisi empat besar klasemen sementara. Bagi Pena, efisiensi waktu adalah kunci sebelum mereka kembali turun gelanggang.
"Fokus utama kami saat ini adalah pemulihan pasca-pertandingan melawan Bhayangkara FC. Sembari memulihkan kondisi fisik, kami menganalisis performa tim secara mendalam. Mulai hari ini (26/1), persiapan spesifik untuk laga kontra Persija sudah dimulai," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Tantangan Cuaca dan Kondisi Lapangan
Di tengah intensitas hujan yang meningkat di wilayah Tangerang dalam sepekan terakhir, persiapan Persita diklaim tetap berjalan tanpa hambatan. Pena menegaskan bahwa faktor cuaca tidak menjadi aral bagi anak asuhnya untuk tetap merumput di sesi latihan.
"Cuaca bukan masalah. Kami tidak pernah membatalkan satu pun sesi latihan. Justru, kami sempat berharap hujan turun saat laga melawan Bhayangkara kemarin," tutur Pena.
Baca Juga
Keinginan Pena akan turunnya hujan bukan tanpa alasan. Ia menyoroti kondisi permukaan lapangan yang dinilai kurang ideal bagi skema permainan cepat yang diusungnya. "Lapangan kemarin cukup kering, sehingga aliran bola sedikit terhambat dan menyulitkan kami membangun serangan. Jika sedikit basah, mungkin alur bola akan lebih baik. Namun, secara keseluruhan, persiapan kami tidak terganggu," tambahnya.
Persaingan Menuju Papan Atas
Hasil imbang di laga terakhir menempatkan Persita tetap di peringkat kelima klasemen. Dengan sisa musim yang semakin krusial, setiap poin kini menjadi komoditas berharga. Ambisi menembus empat besar demi tiket fase gugur menuntut konsistensi tinggi dari Pendekar Cisadane.
Di bawah arahan Carlos Pena, Persita kini ditantang untuk tampil lebih klinis. Laga mendatang melawan Persija Jakarta akan menjadi ujian penting, sejauh mana evaluasi fisik dan taktik yang dilakukan mampu dikonversi menjadi poin penuh di papan klasemen yang kian kompetitif