Bola . 27/01/2026, 14:43 WIB

Piala Dunia 2026 AS Terancam Sepi! Sepp Blatter dan Jerman Serukan Boikot

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id -  Kali ini, sorotan datang dari mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, yang secara terbuka mendukung seruan boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Alasan utamanya bukan soal sepak bola, melainkan kekhawatiran terhadap situasi keamanan dan gejolak politik di Amerika Serikat.

Piala Dunia 2026 sendiri tinggal menghitung bulan. Turnamen edisi perdana dengan format 48 tim itu akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama. Namun, alih-alih euforia, sebagian pihak justru menyuarakan kecemasan.

Meski menjadi ajang sepak bola terbesar di dunia, Piala Dunia 2026 disebut berpotensi mengalami penurunan jumlah penonton langsung di stadion. Hal ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan politik dan isu keamanan di Amerika Serikat.

Pengacara anti-korupsi ternama, Mark Pieth, yang pernah bekerja sama dengan FIFA saat Sepp Blatter masih menjabat presiden, mengungkapkan kekhawatirannya secara terang-terangan.

Ia menyinggung pembunuhan demonstran di Minnesota oleh agen federal AS sebagai salah satu faktor yang membuat penggemar sepak bola dunia ragu untuk datang langsung ke lokasi pertandingan.

“Apa yang kita lihat di dalam negeri, marginalisasi lawan politik, penyalahgunaan oleh layanan imigrasi, dan lainnya, sama sekali tidak mendorong penggemar untuk pergi ke sana,” ujar Pieth dalam wawancara dengan media Swiss.

Pieth bahkan menyampaikan pesan yang cukup keras kepada para penggemar sepak bola dunia. Melalui media sosialnya, ia menyarankan agar fans menghindari Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026.

“Untuk para penggemar, hanya ada satu nasihat: hindari Amerika Serikat! Anda akan mendapatkan tontonan yang lebih baik di televisi,” tulis Pieth.

Tak hanya itu, ia juga memperingatkan potensi risiko serius bagi penggemar yang nekat tetap datang ke AS.

“Setelah tiba, para penggemar harus siap jika mereka tidak berperilaku baik terhadap pihak berwenang, mereka akan segera dipulangkan. Itu pun jika mereka beruntung,” tegasnya, dikutip dari Nine.com.

Pernyataan Mark Pieth ternyata mendapat dukungan penuh dari Sepp Blatter. Mantan orang nomor satu di FIFA itu secara terbuka menyatakan kesepakatannya.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com