Bola . 27/01/2026, 14:43 WIB

Piala Dunia 2026 AS Terancam Sepi! Sepp Blatter dan Jerman Serukan Boikot

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

“Saya pikir Mark Pieth benar untuk mempertanyakan Piala Dunia ini,” tulis Blatter melalui akun media sosialnya.

Dukungan Blatter ini semakin memperkeruh kontroversi Piala Dunia 2026, yang sejak awal sudah dibayangi berbagai isu non-teknis, terutama terkait kondisi politik Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Sebagai catatan, Sepp Blatter mengundurkan diri dari jabatan Presiden FIFA pada 2015 di tengah badai skandal besar yang mengguncang organisasi sepak bola dunia. Ia kemudian digantikan oleh Gianni Infantino, yang hingga kini masih menjabat.

Meski begitu, nama Blatter kembali bersih setelah pada tahun lalu ia dan mantan Presiden UEFA Michel Platini dinyatakan bebas dari tuduhan terkait pembayaran jasa konsultasi pada 2011.

Kini, suara Blatter kembali mendapat perhatian dunia, terutama karena menyangkut legitimasi dan citra Piala Dunia 2026.

Tak hanya Blatter dan Pieth, wacana boikot Piala Dunia 2026 juga mulai digaungkan dari Eropa. Seorang pejabat Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) menilai sudah saatnya boikot dibahas secara serius.

Wakil Presiden DFB, Oke Gottlich, menyatakan keresahannya menyusul kebijakan dan pernyataan kontroversial Donald Trump, termasuk ancaman mengakuisisi Greenland yang berada di bawah kendali Denmark.

Trump juga sempat mengancam akan memberlakukan tarif terhadap delapan negara Eropa, termasuk Jerman, meski kemudian menarik kembali ancaman tersebut. Namun, ketegangan diplomatik terlanjur membekas.

“Saya benar-benar bertanya-tanya kapan waktunya untuk memikirkan dan membicarakan hal ini (boikot) secara konkret,” kata Gottlich kepada Hamburger Morgenpost.

“Bagi saya, waktunya sudah pasti tiba.”

AS Jadi Tuan Rumah Utama Piala Dunia 2026

Dari total 104 pertandingan Piala Dunia 2026, sebanyak 78 laga akan digelar di Amerika Serikat. Fakta ini membuat isu keamanan di AS menjadi sorotan utama, karena sebagian besar aktivitas turnamen akan berlangsung di sana.

Dalam argumennya, Gottlich membandingkan situasi ini dengan boikot Olimpiade 1980, yang dipimpin Amerika Serikat setelah invasi Uni Soviet ke Afghanistan.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com