Di Balik Kritik dan Prestasi, Inilah Sosok Mo Salah yang Jarang Terlihat

sport.fin.co.id - 28/01/2026, 16:00 WIB

Di Balik Kritik dan Prestasi, Inilah Sosok Mo Salah yang Jarang Terlihat

Mo Salah, Image: @mosalah / Instagram

fin.co.id - Selama lebih dari delapan musim bersama Liverpool, Mo Salah telah menjadi simbol kejayaan klub di era modern. Kontribusinya tidak hanya diukur melalui jumlah gol, tetapi juga melalui momen penting yang menentukan sejarah klub.

Ia dipuja sebagai pahlawan, disanjung sebagai legenda hidup, dan dijadikan panutan oleh banyak penggemar. Namun, di balik sorak sorai tersebut, terdapat fase ketika posisi dan perannya mulai dipertanyakan.

Ketika performa tim mengalami penurunan dan Salah beberapa kali memulai pertandingan dari bangku cadangan, persepsi publik pun berubah.

Kritik bermunculan, sebagian menilai sikapnya terlalu defensif, sementara yang lain mempertanyakan kapasitas kepemimpinannya. Situasi ini menunjukkan bagaimana figur besar dalam olahraga kerap menjadi pusat sorotan, terutama saat ekspektasi tidak sepenuhnya terpenuhi.

Mentalitas yang Dibentuk Sejak Masa Kecil

Kepribadian Salah tidak dapat dilepaskan dari latar belakang kehidupannya. Ia tumbuh di desa Nagrig di Mesir, wilayah pedesaan dengan keterbatasan ekonomi dan akses yang minim terhadap fasilitas olahraga modern.

Sejak usia muda, Salah harus menempuh perjalanan panjang setiap hari demi berlatih sepak bola di ibu kota. Perjalanan ini menuntut ketahanan fisik dan mental yang tinggi.

Para pelatih dan rekan setimnya menggambarkan bahwa sejak awal Salah memiliki kesadaran bahwa dirinya harus bekerja lebih keras dibandingkan pemain lain. Pola ini terus terbawa hingga karier profesionalnya.

Setiap periode libur dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan baru. Dalam perspektif ilmu psikologi olahraga, kebiasaan ini sejalan dengan konsep deliberate practice, yakni latihan terfokus dan berulang yang terbukti secara ilmiah berperan besar dalam membentuk atlet elite.

Disiplin dan Kontrol Diri sebagai Fondasi Prestasi

Salah dikenal sebagai pribadi yang sangat disiplin dalam menjaga kondisi tubuh dan mental. Rekan-rekan setimnya kerap menyebut bahwa ia menjaga pola tidur, nutrisi, dan rutinitas latihan dengan ketat. Disiplin ini tidak hanya berdampak pada performa di lapangan, tetapi juga pada stabilitas emosionalnya.

Dalam psikologi modern, kemampuan mengelola emosi dikenal sebagai emotional regulation. Atlet yang mampu menjaga emosi tetap stabil cenderung lebih konsisten dalam mengambil keputusan dan menghadapi tekanan.

Salah digambarkan sebagai sosok yang tidak larut dalam euforia saat menang dan tidak tenggelam dalam kekecewaan saat kalah. Sikap ini membuat kehadirannya di ruang ganti memberi efek menenangkan bagi rekan setim.

Ambisi dan Standar Tinggi dalam Kompetisi

Ambisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diri Salah. Ia memiliki dorongan kuat untuk menjadi yang terbaik, bahkan dalam hal yang tampak sepele. Rekan setimnya menceritakan bagaimana ia selalu ingin unggul dalam setiap aktivitas, termasuk permainan di luar lapangan seperti catur atau tenis meja.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID