Bola . 31/01/2026, 13:21 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Isu kepindahan Cristiano Ronaldo ke Major League Soccer kembali menguat dan langsung memantik perhatian dunia sepak bola. Gosip ini menjadi semakin menarik karena Lionel Messi sudah lebih dulu berkiprah di Amerika Serikat bersama Inter Miami. Jika skenario tersebut benar-benar terwujud, MLS berpotensi menjadi panggung terakhir dua ikon terbesar sepak bola modern yang selama hampir dua dekade mendominasi rivalitas global.
Bagi publik sepak bola, gagasan melihat Messi dan Cristiano Ronaldo berada di liga yang sama kembali bukan sekadar urusan transfer. Ia dipandang sebagai simbol penutup sebuah era, sekaligus babak baru bagi sepak bola Amerika Serikat yang tengah berupaya memperluas pengaruhnya di tingkat global.
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo adalah dua nama yang hampir mustahil dipisahkan dalam sejarah sepak bola modern. Selama bertahun-tahun, keduanya saling bersaing di level tertinggi, baik bersama klub maupun dalam perebutan penghargaan individu. Rivalitas ini tidak hanya menghidupkan La Liga saat mereka berseragam Barcelona dan Real Madrid, tetapi juga membentuk narasi global tentang standar kehebatan seorang pesepak bola.
Kini, keduanya berada di fase senja karier. Messi telah memilih MLS sebagai destinasi barunya, sebuah keputusan yang dinilai bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga soal gaya hidup dan warisan. Kehadiran Messi di Inter Miami terbukti membawa dampak besar, dari peningkatan penonton hingga lonjakan perhatian media internasional terhadap MLS.
Gosip tentang Cristiano Ronaldo ke MLS mencuat setelah pernyataan Teddy Sheringham, mantan penyerang Manchester United yang pernah meraih treble winners. Dalam wawancara dengan media internasional, Sheringham menilai bahwa Amerika Serikat bisa menjadi tujuan logis bagi Ronaldo setelah kontraknya bersama Al-Nassr berakhir.
Ia menyatakan, “Saya bisa melihatnya. Semuanya tentang menjaga kebugaran dan kesehatan, serta menghindari cedera. Dia memiliki fisik yang tepat, seperti mesin yang merawat dirinya sendiri di lapangan. Saya bisa melihat dia bermain beberapa tahun lagi, bahkan sampai usia 44.”
Pernyataan tersebut memperkuat anggapan bahwa Ronaldo belum ingin menutup kariernya dalam waktu dekat. Di usia 40 tahun, sang penyerang Portugal masih menunjukkan ambisi besar, termasuk mengejar rekor 1.000 gol sepanjang kariernya.
MLS dalam beberapa tahun terakhir semakin agresif menarik bintang-bintang besar. Kedatangan Messi menjadi bukti nyata bahwa liga ini bukan lagi sekadar kompetisi pinggiran. Kehadiran pemain kelas dunia dianggap mampu meningkatkan kualitas permainan, daya tarik komersial, serta legitimasi MLS di mata publik internasional.
Jika Cristiano Ronaldo benar-benar bergabung, dampaknya diyakini akan berlipat ganda. Duel simbolis Messi dan Ronaldo, meskipun tidak lagi di usia emas, tetap memiliki nilai emosional dan historis yang sangat besar. Para penggemar akan melihat apa yang sering disebut sebagai “tarian terakhir” dua legenda, baik sebagai rival di lapangan maupun ikon global yang berbagi panggung.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Cristiano Ronaldo mengenai rencana masa depannya. Sheringham sendiri menegaskan bahwa pandangannya murni opini pribadi. Ia juga meragukan kemungkinan Ronaldo kembali ke Eropa, seraya mengatakan, “Saya tidak berpikir dia akan kembali ke Eropa. Jika saya berada di posisinya, saya akan memilih Amerika.”
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media