fin.co.id - Gemuruh hebat mengguncang Indonesia Arena saat Tim Nasional Futsal Indonesia mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga nasional. Skuad Garuda secara resmi mengamankan tiket babak semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026. Keberhasilan ini sekaligus mengantar anak asuh Hector Souto untuk menantang sang raksasa Asia, Jepang, dalam laga krusial yang akan berlangsung Kamis (5/2).
Langkah bersejarah ini terkunci setelah Indonesia memenangi duel bertensi tinggi bertajuk "Derbi ASEAN" melawan Vietnam pada babak perempat final, Selasa (3/2). Dalam laga yang menguras emosi tersebut, Indonesia sukses menjinakkan perlawanan sengit Vietnam dengan skor tipis 3-2.
Pertandingan babak perempat final berjalan sangat dramatis sejak menit awal. Skuad Garuda langsung mengambil inisiatif serangan dan berhasil mendominasi jalannya laga pada paruh pertama. Dukungan ribuan suporter tuan rumah membakar semangat para pemain hingga Indonesia sempat unggul nyaman 2-0 sebelum turun minum.
Dua gol pembuka tersebut lahir melalui aksi ciamik Wendy Brian Ick dan eksekusi tajam Ardiansyah Nur. Keunggulan dua gol ini membuat publik Indonesia Arena sempat merasa di atas angin. Namun, Vietnam membuktikan kualitasnya sebagai rival bebuyutan di Asia Tenggara dengan menolak menyerah begitu saja.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat tajam. Vietnam memperkecil ketertinggalan melalui sepakan Nguyen Da Hai yang gagal dibendung kiper Indonesia. Ketegangan sempat mereda saat Reza Gunawan kembali menjauhkan skor menjadi 3-1 melalui serangan balik cepat yang mematikan.
Meski demikian, Vietnam kembali menekan dan mencetak gol kedua, lagi-lagi lewat aksi Nguyen Da Hai. Di menit-menit akhir yang krusial, lini pertahanan Indonesia menunjukkan disiplin luar biasa. Kiper dan barisan belakang Garuda bahu-membahu menahan gempuran power play Vietnam hingga peluit panjang berbunyi, memastikan skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan Indonesia.
Baca Juga
Tonggak Sejarah Futsal Tanah Air
Kemenangan atas Vietnam ini bukan sekadar kemenangan biasa. Bagi Indonesia, ini merupakan kali pertama sepanjang sejarah Timnas Futsal mampu menembus babak empat besar atau semifinal Piala Asia Futsal. Sebelumnya, prestasi terbaik Indonesia hanya mencapai babak perempat final. Keberhasilan ini membuktikan bahwa level futsal Indonesia kini telah sejajar dengan kekuatan-kekuatan utama di Benua Kuning.
Namun, di tengah euforia sejarah tersebut, pelatih Hector Souto tetap memberikan catatan kritis. Pelatih asal Spanyol itu mengaku tidak sepenuhnya puas dengan cara bermain anak asuhnya, terutama dalam menjaga konsentrasi saat lawan menerapkan strategi menekan. Souto menilai masih ada celah di lini pertahanan yang harus segera diperbaiki sebelum menghadapi lawan yang jauh lebih tangguh di semifinal.
Baca Juga
Mengadang Sang Raksasa: Misi Revans Lawan Jepang
Tantangan berat sudah menanti di depan mata. Di babak semifinal, Indonesia harus berhadapan dengan Jepang yang lolos dengan performa sangat meyakinkan. Tim Samurai Biru melenggang ke semifinal setelah melibas Afghanistan dengan skor telak 6-0 di Jakarta International Velodrome.
Bintang Jepang, Shimizu, menjadi pemain yang paling wajib diwaspadai setelah mencetak hattrick ke gawang Afghanistan. Ketajaman lini depan Jepang semakin lengkap dengan sumbangan gol dari Shunta Uchida, Tomoki Yoshikawa, dan Ryuji Izu.
Laga semifinal besok bukan sekadar perebutan tiket final, melainkan menjadi panggung "balas dendam" bagi Indonesia. Publik masih ingat betul bagaimana langkah Garuda dihentikan oleh Jepang pada babak perempat final Piala Asia Futsal 2022 silam. Kala itu, Indonesia kalah terhormat dengan skor 2-3.
Kini, dengan status sebagai tuan rumah dan didukung atmosfer luar biasa dari Indonesia Arena, Wendy Brian dan kawan-kawan memiliki motivasi berlipat ganda. Mereka mengusung misi revans untuk menghapus memori pahit masa lalu sekaligus mengamankan tempat di partai puncak untuk pertama kalinya.