fin.co.id - Neymar Jr. menghadapi risiko besar untuk absen dari Piala Dunia 2026 akibat cedera lutut yang dialaminya dalam beberapa tahun terakhir.
Pemulihan dari operasi meniskus medial pada Desember 2025 masih berlangsung, sementara sebelumnya ia juga menderita robekan ligamen anterior cruciate ligament (ACL) pada lutut kiri saat membela Brasil melawan Uruguay pada Oktober 2023.
Cedera-cedera ini membuat Neymar kehilangan ritme kompetitif yang sangat penting untuk tampil di turnamen dengan intensitas tinggi seperti Piala Dunia.
Menurut laporan MARCA, Carlo Ancelotti hanya akan memanggil Neymar jika kondisinya seratus persen bugar, bukan dalam kondisi kurang dari optimal.
Kondisi ini menempatkan Neymar pada situasi kritis, karena setiap sesi latihan dan rehabilitasi menjadi penentu apakah ia dapat memenuhi standar kebugaran tim nasional Brasil.
Baca Juga
Usia dan Risiko Penurunan Performa
Usia Neymar yang akan menginjak 34 tahun sebelum Piala Dunia 2026 juga menjadi faktor signifikan.
Secara ilmiah, kemampuan regenerasi jaringan, kekuatan otot, dan respons neuromuskular menurun seiring bertambahnya usia, sehingga risiko cedera berulang meningkat.
Studi kedokteran olahraga menunjukkan bahwa pemain yang berada di usia pertengahan 30-an membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih sepenuhnya dan menyesuaikan diri dengan ritme pertandingan yang cepat.
Faktor usia ini dikombinasikan dengan kurangnya menit bermain sejak cedera sebelumnya, membuat posisi Neymar di tim nasional semakin tidak pasti.
Baca Juga
Tim pelatih harus menilai apakah pengalaman dan kualitas teknisnya cukup untuk menutupi risiko fisik yang mungkin muncul selama turnamen.
Tekanan Mental dan Ambisi Piala Dunia
Selain faktor fisik, tekanan psikologis menjadi tantangan lain bagi Neymar.
Keinginannya untuk menjuarai Piala Dunia sebagai puncak kariernya bertemu dengan realitas risiko absen akibat cedera.