fin.co.id - Sejak trofi Ballon d'Or diperkenalkan pada 1956, hanya satu kiper yang pernah meraih penghargaan tersebut, yaitu Lev Yashin dari Rusia pada 1963.
Manuel Neuer, yang pernah menempati posisi ketiga pada edisi 2014 setelah membawa Jerman juara Piala Dunia, menilai pencapaian kiper sering kali kurang dihargai dibandingkan pemain lapangan.
Pendapat Manuel Neuer tentang Evaluasi Kiper
Neuer menjelaskan bahwa banyak orang, termasuk jurnalis, sulit menilai performa kiper dengan tepat.
"Memang, kami para kiper sudah terbiasa dengan hal ini. Kami tidak terlalu berharap soal penghargaan semacam itu.
Masalahnya, tidak banyak orang yang benar-benar paham posisi ini. Untuk pemain lapangan, semua orang merasa bisa menilai.
Baca Juga
Tapi untuk kiper, kami harus pernah berada di gawang, tahu situasi yang terjadi, dan bisa bereaksi secara otomatis. Ini butuh pengalaman dan pemahaman khusus," ujar Neuer kepada France Football.
Tantangan Kiper dalam Mendapatkan Pengakuan
Kritik Neuer menyoroti tantangan yang dihadapi kiper untuk mendapatkan pengakuan atas kontribusi mereka.
Sementara pemain lapangan mudah dinilai lewat gol atau assist, kiper dinilai berdasarkan kemampuan mencegah gol, membaca permainan, dan mengambil keputusan cepat dalam situasi kritis.
Karena itu, kiper sering kali terlewatkan dalam penghargaan individu, meskipun peran mereka sangat menentukan hasil pertandingan.
Baca Juga
Perspektif Modern dan Evolusi Posisi Kiper
Pandangan Neuer sejalan dengan penelitian modern. Studi dalam Journal of Sports Analytics menunjukkan bahwa statistik kiper lebih kompleks dan perlu konteks untuk bisa menilai secara akurat.
Tanpa analisis yang tepat, performa kiper bisa dianggap kurang penting, padahal kontribusinya besar bagi keberhasilan tim.