Bola . 17/02/2026, 18:30 WIB
Penulis : Sahroni | Editor : Sahroni
Satu tren menarik dari Atalanta musim ini adalah efektivitas mereka di babak kedua. Mayoritas gol La Dea di Liga Champions lahir setelah jeda.
Ini menjadi alarm bagi Dortmund. Keunggulan tipis sekalipun bisa terancam jika lini belakang lengah di menit-menit akhir pertandingan.
Dortmund harus menghadapi laga ini tanpa beberapa pemain bertahan penting. Absennya Nico Schlotterbeck dan Niklas Sule berpotensi memengaruhi soliditas lini belakang.
Namun, kembalinya beberapa pemain inti memberikan opsi tambahan. Kreativitas serangan tetap menjadi tumpuan, terutama melalui performa tajam Serhou Guirassy.
Atalanta kehilangan sosok penting di lini depan. Cedera yang dialami Charles De Ketelaere jelas menjadi pukulan bagi daya gedor tim.
Tanggung jawab lini serang kemungkinan besar akan bertumpu pada Gianluca Scamacca, yang diharapkan mampu menjadi pembeda dalam laga tandang krusial ini.
Dortmund memiliki modal pengalaman, kualitas individu, dan rekor kandang yang kuat. Faktor tersebut membuat mereka layak menyandang status favorit.
Namun, Atalanta bukan lawan yang mudah goyah. Konsistensi permainan dan kecenderungan mencetak gol di babak kedua bisa menciptakan skenario pertandingan yang ketat.
Laga diprediksi berjalan intens, dengan Dortmund berusaha mengontrol tempo, sementara Atalanta mengandalkan transisi cepat dan efektivitas di paruh kedua.
Dortmund tetap memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan kemenangan di kandang, meski tidak dengan margin besar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media