Bola . 19/02/2026, 16:38 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Memasuki bulan suci Ramadan musim 2025–2026, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris menerapkan regulasi khusus yang memungkinkan pertandingan dihentikan sementara saat waktu berbuka puasa.
Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi para pemain Muslim yang tetap berlaga di tengah kewajiban menjalankan ibadah puasa.
Federasi Sepak Bola Inggris atau The Football Association (FA) menetapkan bahwa selama periode 17 Februari hingga 18 Maret 2026, pertandingan liga boleh dihentikan sementara saat azan magrib berkumandang.
Jeda singkat tersebut dimanfaatkan pemain Muslim untuk:
Minum air
Mengonsumsi gel energi
Makan ringan untuk memulihkan stamina
Aturan ini bukan hal baru. Regulasi serupa pertama kali diterapkan pada 2021 dalam laga Leicester City vs Crystal Palace, dan sejak itu menjadi prosedur rutin setiap Ramadan di Premier League.
Keputusan FA dinilai sebagai langkah progresif dalam mendukung kebebasan beragama di sepak bola profesional.
Sejumlah pemain Muslim top merasakan langsung manfaat kebijakan ini, di antaranya:
Mohamed Salah
William Saliba
Rayan Aït-Nouri
Amad Diallo
Mereka tetap bisa menjaga performa tanpa harus mengorbankan ibadah.
Mantan gelandang Everton, Abdoulaye Doucouré, pernah memuji atmosfer inklusif di Premier League.
Menurutnya, pemain bebas menjalankan keyakinan tanpa tekanan.
Ia menilai liga tidak pernah memaksakan sesuatu yang bertentangan dengan agama pemain, dan itu menjadi nilai positif besar bagi kompetisi Inggris.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media