fin.co.id - Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, menegaskan bahwa untuk menembus papan atas BRI Liga 1 2025/2026 hanya bisa dicapai melalui kontribusi kolektif seluruh pemain. Di tengah persaingan ketat menuju babak empat besar, Pena meminta setiap individu dalam skuad "Pendekar Cisadane" selalu dalam kondisi siap tempur, tanpa memedulikan status mereka sebagai pemain inti maupun cadangan.
Pena merujuk pada performa impresif Ahmad Nur Hardianto sebagai standar profesionalisme yang ia harapkan. Penyerang berusia 30 tahun tersebut menjadi bintang saat Persita menundukkan PSBS Biak di Stadion Indomilk Arena, Senin (16/2/2026). Meski jarang mendapatkan menit bermain musim ini, Hardianto membuktikan ketajamannya dengan mencetak satu gol dan menginisiasi lahirnya penalti bagi tim.
"Saya sangat senang untuk Hardianto. Harus diakui, musim ini saya belum memberikan banyak kesempatan bermain kepadanya, dan itu adalah tanggung jawab saya sebagai pelatih. Namun, dia selalu berlatih dengan dedikasi tinggi dan menjadi sosok penting di ruang ganti," ujar Pena mengapresiasi loyalitas pemainnya.
Bagi Pena, keberhasilan Hardianto memanfaatkan momentum melawan PSBS Biak adalah bukti bahwa kualitas kedalaman skuad akan menjadi kunci di sisa musim. "Dia membuktikan kualitasnya saat peluang itu datang. Saya ingin memaksimalkan setiap pemain yang ada di dalam tim ini sesuai kebutuhan momen pertandingan," tambahnya.
Ujian konsistensi Persita berikutnya akan tersaji saat mereka bertandang ke markas juara bertahan, Persib Bandung, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (22/2/2026). Laga ini menjadi krusial mengingat posisi Persita yang kini tertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 35 poin.
Hanya terpaut lima angka dari batas zona championship series, Pendekar Cisadane wajib mencuri poin di Bandung jika ingin terus menjaga asa juara. Kesiapan seluruh elemen tim, seperti yang ditunjukkan Hardianto, menjadi modal utama Carlos Pena untuk meredam kekuatan "Maung Bandung" di hadapan pendukungnya sendiri.