fin.co.id - Persita Tangerang harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk tipis 0-1 dari tuan rumah Persib Bandung dalam lanjutan pekan ke-22 BRI Liga 1 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu. Meski tampil dominan dan menunjukkan karakter permainan yang berani, skuad berjuluk "Pendekar Cisadane" itu gagal meruntuhkan kokohnya pertahanan Maung Bandung.
Gol tunggal kemenangan Persib dicetak oleh Andrew Jung pada menit ke-50. Memanfaatkan situasi bola mati, Jung berhasil memecah kebuntuan sekaligus menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat sejak peluit pertama dibunyikan.
Pelatih Persita, Carlos Pena, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, anak asuhnya layak mendapatkan setidaknya satu poin jika melihat performa impresif yang mereka tunjukkan di markas lawan.
"Sangat disayangkan kami gagal membawa pulang poin. Saya rasa tim ini layak mendapatkan hasil imbang. Kami datang dengan kepribadian dan karakter kuat. Tidak banyak tim yang mampu bermain dengan cara seperti yang kami tunjukkan di stadion ini," ujar Pena dalam sesi konferensi pers usai laga.
Persita sejatinya sempat membobol gawang Persib pada menit ke-70 melalui tandukan tajam Matheus Alves. Namun, perayaan para pemain tim tamu terhenti seketika setelah wasit menganulir gol tersebut karena dianggap terjadi pelanggaran lebih dulu sebelum bola masuk ke gawang.
Pena pun menyoroti bagaimana detail kecil, seperti antisipasi bola mati, menjadi penentu hasil akhir. "Kami kebobolan dari situasi bola mati yang seharusnya bisa kami antisipasi dengan lebih baik," tambahnya.
Baca Juga
Di sisi lain, Pena memberikan apresiasi terhadap kedisplinan lini belakang Persib Bandung yang musim ini tampil sangat solid. Ia mengakui bahwa kesulitan mencetak gol di GBLA bukan hanya dialami oleh timnya.
"Persib memiliki rekor pertahanan yang luar biasa; dari sepuluh laga di sini, mereka baru kebobolan satu gol. Bukan hanya Persita yang kesulitan membongkar lini depan saat bermain di kandang mereka," kata Pena.
Meski memiliki sejumlah peluang emas melalui kreasi Eber Bessa dan skema tendangan sudut di babak kedua, penyelesaian akhir yang kurang klinis serta ketangguhan kiper Persib membuat upaya Persita menemui jalan buntu. Kekalahan ini menjadi evaluasi berharga bagi Pena untuk menatap laga selanjutnya dalam persaingan ketat di papan klasemen.