fin.co.id - Raksasa La Liga, Real Madrid, dilaporkan mulai menyusun langkah strategis untuk merekrut bek tengah Nico Schlotterbeck dari Borussia Dortmund.
Manuver ini disebut sebagai bagian dari agenda pembenahan sektor pertahanan yang dalam beberapa musim terakhir kerap menjadi sorotan.
Selama beberapa tahun terakhir, Madrid dikenal konsisten berinvestasi pada talenta muda.
Namun, dinamika kompetisi dan kebutuhan tim membuat manajemen kini lebih terbuka terhadap pemain yang telah matang serta memiliki pengalaman di level tertinggi Eropa.
Bek Tengah Jadi Agenda Utama
Menjelang bursa transfer musim panas 2026, kebutuhan akan bek tengah baru menjadi salah satu prioritas di Santiago Bernabeu. Lini belakang dianggap membutuhkan figur yang mampu memberikan stabilitas sekaligus kualitas distribusi bola dari area pertahanan.
Sejumlah nama sempat masuk radar klub ibu kota Spanyol tersebut. Ibrahima Konate, Dayot Upamecano, hingga Marc Guehi pernah dikaitkan. Namun perkembangan pasar membuat opsi-opsi tersebut kian terbatas.
Baca Juga
Upamecano telah memperbarui komitmennya bersama Bayern Munich, sementara Guehi kini memperkuat Manchester City. Situasi ini mendorong fokus Madrid beralih ke Schlotterbeck.
Schlotterbeck Dinilai Cocok dengan Kebutuhan Tim
Menurut laporan Diario AS, Schlotterbeck dipandang sebagai profil ideal. Bek berkaki kiri itu memiliki kombinasi atribut fisik, ketenangan dalam penguasaan bola, serta pengalaman di kompetisi elite Eropa.
Saat ini, sang pemain masih terikat kontrak di Signal Iduna Park hingga 2027. Meski demikian, belum adanya kepastian terkait perpanjangan kontrak membuka kemungkinan terjadinya negosiasi transfer.
Bagi Dortmund, menjual pemain sebelum kontraknya mendekati akhir masa berlaku kerap menjadi strategi finansial yang rasional, terutama untuk menjaga nilai pasar.
Baca Juga
Relasi Klub Bisa Jadi Faktor Kunci
Hubungan profesional yang terjalin antara Madrid dan Dortmund berpotensi mempermudah proses negosiasi. Kedua klub sebelumnya telah terlibat dalam sejumlah transfer besar, termasuk kepindahan Jude Bellingham dan Achraf Hakimi.
Kondisi ini dapat menciptakan jalur komunikasi yang lebih cair, sesuatu yang sering kali menjadi faktor krusial dalam transaksi pemain bernilai tinggi.