Sportainment . 25/02/2026, 06:49 WIB

Dituding Lecehkan Atlet Panjat Tebing, Pelatih Hendra Basir Buka Suara

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia yang kini berstatus nonaktif, Hendra Basir, akhirnya angkat bicara terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap delapan atlet. Ia secara tegas membantah seluruh tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Dalam klarifikasinya, Hendra mempertanyakan dasar laporan yang menyebut dirinya melakukan tindakan tidak pantas terhadap para atlet.

"Silakan ditanyakan kepada delapan atlet terkait, bagian yang mana saya melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik," kata dilansir dari Antara, Rabu 25 Februari 2026.

Hendra juga mengungkapkan bahwa hingga Surat Keputusan (SK) dari Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) terkait penonaktifan dirinya diterbitkan, ia belum pernah diminta memberikan klarifikasi atas tuduhan tersebut.

Menurutnya, sejak mulai melatih pada 2012, ia memang menerapkan pola latihan keras dan disiplin kepada para atlet.

Ia mengakui dikenal sebagai sosok pelatih yang tegas dan galak, namun hal itu disebutnya sebagai bagian dari proses pembentukan mental dan fisik atlet agar mampu bersaing di level tertinggi, bukan untuk menyiksa atau menganiaya.

Terkait tudingan pelecehan seksual, Hendra menegaskan dirinya tidak pernah melakukan tindakan tidak senonoh kepada atlet putri, seperti meraba bagian vital atau memaksa berhubungan seksual.

Ia mengakui pernah memeluk serta mencium kening atau ubun-ubun atlet putri yang sedang dalam kondisi mental drop saat pertandingan maupun latihan. Namun menurutnya, tindakan tersebut tidak dilakukan secara rutin dan hanya terjadi pada momen tertentu, tanpa ada niat melecehkan.

"Tetapi itu 'kan dalam konteks memberikan semangat kepada mereka kalau sedang menangis atau mentalnya drop, jadi ya pasti saya peluk dan diakhirnya mencium keningnya, layaknya kebiasaan yang saya lakukan kepada anak saya kalau habis shalat atau mau berangkat sekolah," ujar pelatih yang memimpin Indonesia meraih medali Olimpiade Paris 2024 itu.

Hendra menyatakan, apabila tindakan tersebut dinilai sebagai pelecehan seksual, ia menerima konsekuensinya. Namun ia menilai publik juga perlu mengetahui konteks di balik peristiwa tersebut.

Ia juga menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat lima atlet putra dan tiga atlet putri yang melaporkannya kepada Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid atas dugaan dua tindakan tersebut.

Bahkan, salah satu dari tiga atlet putri yang melapor disebutnya telah meminta maaf kepadanya pada pertengahan Januari lalu, dengan disaksikan sejumlah atlet lain. Atlet tersebut, kata Hendra, merasa persoalan yang seharusnya tidak menjadi masalah justru berkembang menjadi polemik dan menyudutkan dirinya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa psikolog tim menilai tindakannya sebagai bentuk pelecehan terhadap atlet putri. Padahal, selama 12 tahun bekerja sama, menurutnya tidak pernah ada peringatan bahwa perilaku tersebut termasuk pelecehan seksual, meskipun diketahui oleh psikolog.

"Jadi menurut saya, ini memang terkonsep untuk memojokkan, begitu pun ya tidak apa-apa, saya terima penonaktifan sebagai pelatih kepala itu, meski sampai saat ini tidak ada undangan federasi kepada saya untuk mengklarifikasi informasi yang beredar," kata dia menambahkan.

Sebagaimana diketahui, penonaktifan Hendra Basir merupakan tindak lanjut atas laporan delapan atlet yang disampaikan pada 28 Januari 2026 kepada Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com