fin.co.id - Tersingkirnya Inter Milan dari Liga Champions menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia. Klub yang musim lalu melaju hingga partai final kini harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat setelah kalah agregat dari Bodo/Glimt.
Inter kalah 3-1 di leg pertama dan kembali takluk 2-1 di San Siro. Hasil tersebut terasa kontras dengan performa mereka di kompetisi domestik, di mana Nerazzurri tampil dominan dan memimpin klasemen Serie A. Namun di panggung Eropa, dominasi itu tidak cukup.
Kekalahan ini membuat Italia kini hanya memiliki dua wakil yang masih bertahan di Liga Champions musim ini.
Harapan Kini di Tangan Juventus dan Atalanta
Setelah Inter angkat koper, beban menjaga reputasi Serie A kini berada di pundak Juventus dan Atalanta.
Juventus berada dalam situasi sulit setelah tertinggal agregat 5-2 dari Galatasaray. Mereka membutuhkan kemenangan besar di leg kedua untuk membalikkan keadaan.
Baca Juga
Sementara itu, Atalanta tertinggal 2-0 dari Borussia Dortmund. Secara matematis peluang masih terbuka, tetapi margin kesalahan sangat tipis.
Jika salah satu dari mereka gagal, Italia akan semakin dekat pada kemungkinan tanpa wakil di babak 16 besar. Jika keduanya tersingkir, maka musim ini akan menjadi salah satu yang paling berat bagi klub-klub Serie A di kompetisi elite Eropa.
Cermin Kondisi Sepak Bola Italia
Tersingkirnya Inter bukan sekadar soal hasil pertandingan. Banyak pengamat melihatnya sebagai refleksi dari persoalan yang lebih luas. Serie A memang menunjukkan kebangkitan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi jurang dengan liga-liga seperti Inggris dan Jerman masih terasa.
Dalam beberapa musim terakhir, klub-klub Italia masih mampu meraih sukses di kompetisi lain. Namun Liga Champions tetap menjadi tolok ukur tertinggi. Sejak terakhir kali juara pada 2010 di bawah arahan Jose Mourinho, belum ada lagi klub Italia yang benar-benar kembali ke puncak.
Baca Juga
Perubahan gaya permainan Eropa yang semakin cepat dan intens juga menjadi tantangan. Klub-klub dari negara yang sebelumnya dianggap di luar lingkaran elite kini tampil lebih berani dan agresif. Bodo/Glimt menunjukkan bagaimana organisasi permainan, tempo tinggi, dan disiplin taktik bisa mengalahkan tim dengan anggaran lebih besar.
Tekanan yang Meningkat
Kini Juventus dan Atalanta tidak hanya bermain demi kelolosan klub masing-masing, tetapi juga demi harga diri sepak bola Italia. Setiap pertandingan leg kedua akan disorot sebagai ujian apakah Serie A masih mampu bersaing di level tertinggi.