fin.co.id - Kabar kurang sedap menghampiri dunia sepak bola tanah air. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) baru saja dijatuhi sanksi denda oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Masalahnya bukan perkara di lapangan hijau, melainkan kelalaian administratif yang cukup fatal terkait pendaftaran laga uji coba internasional.
PSSI harus merogoh kocek sebesar 1.500 dolar Amerika atau sekitar Rp 25 juta. Sanksi ini muncul akibat keterlambatan federasi dalam mendaftarkan pertandingan persahabatan antara Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 melawan Mali U-22 yang digelar tiga bulan lalu. Dalam dunia sepak bola profesional, setiap detail administratif memang memiliki aturan main yang ketat, dan kali ini PSSI harus menerima konsekuensinya.
Sumardji Buka Suara: Belum Ada Laporan Masuk
Kabar mengenai denda dari AFC ini ternyata belum sepenuhnya sampai ke telinga para pengurus inti di jajaran Timnas. Ketua Umum Badan Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Sumardji, mengaku terkejut dan belum menerima laporan resmi dari Departemen Internasional PSSI terkait sanksi yang dijatuhkan tersebut.
Sumardji memastikan bahwa dirinya akan segera melakukan penelusuran lebih dalam untuk memastikan duduk perkara sanksi ini. Ia ingin mengetahui mengapa informasi penting seperti ini belum terdistribusi dengan baik di internal federasi.
"Belum dapat laporan dari Departemen Internasional (PSSI). Nanti saya akan cek, karena saya juga belum dapat info mengenai sanksi tersebut," papar Sumardji saat ditemui di Jakarta pada Jumat (27/2/2026).
Konsekuensi Disiplin yang Tidak Bisa Ditawar
Dalam dokumen putusan AFC dengan nomor BBC 20260225DC09, otoritas sepak bola Asia tersebut menegaskan bahwa PSSI terbukti melanggar Pasal 11.15 dalam Regulasi AFC yang Mengatur Pertandingan Internasional. Putusan ini bersifat mengikat dan tidak memberikan ruang bagi PSSI untuk mengajukan banding. Mengingat nominal denda yang tergolong kecil bagi sebuah federasi, langkah hukum lanjutan kemungkinan besar tidak akan diambil.
Baca Juga
"Asosiasi Sepak Bola Indonesia diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD 1.500 atas pelanggaran Pasal 11.15 Regulasi AFC yang Mengatur Pertandingan Internasional. Denda tersebut harus dilunasi dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini disampaikan sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etik AFC," tulis AFC dalam pernyataan resminya, Jumat, 27 Februari 2026.
PSSI kini memiliki waktu 30 hari sejak putusan diterbitkan untuk melunasi denda tersebut. Keterlambatan ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi federasi agar lebih tertib dalam mengelola administrasi setiap agenda internasional. Ke depannya, ketelitian dalam pengurusan dokumen pertandingan menjadi krusial agar tidak ada lagi hambatan non-teknis yang merugikan keuangan federasi.
Pelajaran Penting bagi PSSI
Meskipun nominal Rp 25 juta tidaklah sebanding dengan anggaran operasional besar PSSI, namun sanksi ini tetap menjadi catatan dalam rekam jejak kepatuhan federasi di mata AFC. Sebagai salah satu federasi yang tengah gencar membangun citra sepak bola yang lebih profesional dan kompetitif, detail sekecil apapun, termasuk pendaftaran laga uji coba, tidak boleh lagi terabaikan.
Bagi para penggemar Timnas Indonesia, fokus utama saat ini tentu tetap pada peningkatan performa tim di lapangan. Namun, pengurus PSSI diharapkan mampu berbenah di sisi birokrasi agar tidak ada lagi "gol bunuh diri" administratif yang memalukan di level internasional. Konsistensi dalam mematuhi regulasi AFC akan sangat membantu menjaga martabat sepak bola Indonesia di kancah Asia. - Dimas Rafi/Disway -