Balap . 12/03/2026, 04:40 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Perubahan besar regulasi Formula 1 yang akan berlaku pada musim 2026 mulai memicu perdebatan sejak awal musim berjalan. Sejumlah pembalap dan penggemar menilai aturan baru tersebut berpotensi mengubah karakter balapan secara signifikan. Salah satu sosok yang paling vokal menyuarakan kekhawatiran adalah juara dunia empat kali, Max Verstappen.
Pembalap andalan tim Red Bull Racing itu secara terbuka mengkritik arah perubahan yang dilakukan oleh otoritas olahraga balap tersebut. Ia bahkan sempat menyatakan bahwa kecintaannya terhadap balapan memiliki batas, terutama jika perubahan regulasi membuatnya tidak lagi menikmati kompetisi di lintasan.
Setelah finis di posisi kelima pada seri pembuka musim di Australian Grand Prix yang digelar di Melbourne, Verstappen kembali menegaskan pandangannya mengenai regulasi baru yang menurutnya masih jauh dari ideal.
Ia mengatakan bahwa kritik yang disampaikan bukanlah sekadar keluhan tanpa alasan. Dalam pandangannya, banyak pihak di dalam olahraga tersebut menginginkan Formula 1 tetap mempertahankan karakter balap yang agresif dan spektakuler.
Dalam pernyataannya, Verstappen menyampaikan bahwa para pembalap dan penggemar hanya menginginkan yang terbaik bagi olahraga ini. Ia berharap otoritas balap mau mendengarkan berbagai masukan yang muncul dari dalam paddock.
Menurutnya, kritik yang muncul justru merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan Formula 1. Ia menilai bahwa balapan yang berlangsung saat ini belum sepenuhnya mencerminkan esensi Formula 1 yang selama ini dikenal sebagai ajang balap paling ekstrem dan inovatif di dunia.
Max Verstappen kembali mengguncang paddock Formula 1. Juara dunia empat kali itu secara terbuka mengisyaratkan bahwa waktunya di ajang balap paling bergengsi tersebut mungkin tidak akan berlangsung selama yang dibayangkan banyak orang. Dalam sebuah wawancara podcast, pembalap asal Belanda itu mengaku merasa dirinya “jelas lebih dekat ke akhir” kariernya di F1.
Pernyataan itu langsung memicu spekulasi. Di usia 28 tahun, Verstappen justru berada dalam fase emas kariernya. Ia masih terikat kontrak jangka panjang bersama Red Bull hingga akhir 2028. Namun, di balik dominasi dan statusnya sebagai ikon modern F1, muncul tanda-tanda bahwa ambisinya tak lagi semata tentang gelar dan rekor.
Salah satu faktor yang disinggung Verstappen adalah arah regulasi baru Formula 1, terutama mobil generasi 2026. Ia sebelumnya menyebut mobil baru tersebut “tidak terlalu menyenangkan” dan bahkan mengibaratkannya seperti “Formula E dengan steroid.” Komentar itu menunjukkan ketidakpuasan terhadap evolusi teknis F1 yang dianggapnya mengurangi sensasi mengemudi.
Menurut Verstappen, regulasi saat ini tidak membantu memperpanjang kariernya di F1. Ia mengaku sudah sangat puas dengan pencapaiannya sejauh ini dan merasa tidak memiliki beban untuk terus memburu tambahan gelar.
“Sejujurnya, saya sudah sangat bahagia dengan karier saya di F1. Saya bisa meninggalkannya dengan mudah. Saya punya banyak proyek lain,” ujarnya.
Ucapan tersebut bukan sekadar keluhan sesaat. Verstappen selama ini dikenal blak-blakan terhadap arah olahraga ini, termasuk soal kalender balap yang semakin padat dengan 24 seri per musim. Intensitas perjalanan global dan tekanan kompetitif menjadi bagian dari pertimbangan pribadinya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media