Raket . 15/03/2026, 21:58 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Langkah tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, di ajang Swiss Terbuka 2026 harus terhenti di partai puncak. Dalam laga final yang digelar di St. Jakobshalle, Basel, Minggu (15/3/2026) malam WIB, Putri harus puas menempati podium kedua setelah takluk dari wakil Thailand, Supanida Katethong.
Turun sebagai unggulan pertama, Putri sebenarnya mengusung misi besar untuk merebut gelar juara. Namun, statistik mencatat ia menyerah dua gim langsung, 11-21 dan 15-21, dalam durasi pertandingan yang diwarnai dominasi serangan lawan. Hasil ini sekaligus mempertegas keunggulan rekor pertemuan Supanida atas atlet kelahiran Tangerang tersebut.
Sejak shuttlecock pertama digulirkan, Supanida yang merupakan unggulan ketujuh tampil sangat agresif. Ia tidak membiarkan Putri mengembangkan pola permainan. Mengandalkan tempo tinggi dan smes tajam, pemain Thailand itu terus menekan. Putri sempat unggul tipis 3-1 di awal gim pertama, namun perolehan poinnya mendadak terkunci. Supanida meraup 10 poin beruntun hingga menutup interval dengan skor telak 11-3.
Ketidakmampuan Putri keluar dari tekanan berlanjut hingga akhir gim pertama yang ditutup dengan skor 11-21. "Saya merasa under pressure. Supanida menggunakan strategi yang pas dengan membatasi bola atas dan mempercepat tempo," ungkap Putri seusai laga.
Upaya bangkit
Memasuki gim kedua, ada secercah harapan saat Putri mulai berani meladeni reli-reli panjang. Ia sempat menyamakan kedudukan menjadi 9-9 dan bahkan 11-11 setelah jeda interval. Variasi permainan net yang lebih rapi sempat membuat Supanida kesulitan.
Namun, penyakit lama berupa kesalahan sendiri (unforced errors) kembali muncul di poin-poin krusial. Saat skor menunjukkan 12-15, fokus Putri mulai goyah. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Supanida untuk kembali mengambil kendali permainan hingga akhirnya menyegel kemenangan 21-15.
Meski gagal membawa pulang trofi, pencapaian Putri di Basel tetap menjadi sinyal positif bagi sektor tunggal putri Indonesia. Keberhasilannya menembus partai final turnamen level BWF World Tour ini menunjukkan konsistensi yang kian matang.
Bagi Putri, kegagalan ini adalah ruang evaluasi yang besar. "Dua minggu ini saya mendapat pengalaman berharga dari banyak pemain top. Saya belajar bagaimana menghadapi pemain dengan pertahanan kuat seperti An Se-young atau serangan tajam seperti Supanida. Ke depan, saya harus lebih kuat lagi, baik dari sisi fisik, teknik, maupun ketahanan mental untuk keluar dari tekanan," tuturnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media