Bola . 16/03/2026, 09:39 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Skandal naturalisasi pemain keturunan palsu yang melibatkan Timnas Malaysia masih terus bergulir dan menjadi sorotan di Asia Tenggara. Meski Court of Arbitration for Sport atau CAS telah mengeluarkan putusan final, polemik justru belum berakhir.
Putusan tersebut tidak berpihak kepada Malaysia. Tujuh pemain naturalisasi yang dinyatakan memiliki dokumen keturunan tidak valid tetap dianggap ilegal. Akibatnya, mereka dijatuhi sanksi berat berupa larangan bermain untuk tim nasional Malaysia selamanya.
Namun yang mengejutkan, pemerintah Malaysia tetap menganggap para pemain tersebut sebagai warga negara sah. Sikap ini bahkan mendapat dukungan dari Asian Football Confederation atau AFC yang masih mengakui status mereka sebagai pemain lokal di kompetisi domestik Malaysia.
Kontroversi ini pun memicu kritik keras dari berbagai pihak, termasuk media dan pengamat sepak bola Asia.
Kasus ini bermula dari investigasi terhadap sejumlah pemain yang dinaturalisasi oleh Malaysia dengan klaim memiliki garis keturunan negara tersebut.
Namun setelah proses hukum yang panjang, CAS memutuskan bahwa tujuh pemain tersebut tidak memiliki bukti keturunan yang valid.
Artinya, proses naturalisasi yang dilakukan dianggap tidak sah dalam konteks sepak bola internasional.
Konsekuensinya:
Ketujuh pemain tersebut tidak boleh membela Timnas Malaysia selamanya
Status mereka dalam kompetisi internasional dinyatakan ilegal
Skorsing terhadap pemain tetap diberlakukan
Putusan ini menjadi pukulan besar bagi sepak bola Malaysia yang selama ini gencar menggunakan pemain naturalisasi untuk memperkuat skuad nasional.
Meski kalah dalam putusan CAS, pemerintah Malaysia tidak serta-merta mengubah sikap.
Malaysia tetap menganggap para pemain tersebut sebagai warga negara yang sah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media