Balap . 19/03/2026, 10:44 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Ketegangan di tim Red Bull terlihat jelas di Formula 1 Chinese Grand Prix 2026, setelah percakapan radio yang sebelumnya tidak ditayangkan bocor ke publik. Max Verstappen, empat kali juara dunia, terlihat frustrasi berat saat harus mengakhiri balapan lebih awal karena mobilnya kehilangan tenaga hanya 10 lap sebelum finish.
Sebelum masalah mesin muncul, Verstappen berada di posisi keenam. Meski posisi cukup aman, ia tidak puas dengan performa RB22 yang baru, terutama soal pengelolaan energi, degradasi ban, dan handling mobil di lintasan Shanghai.
Percakapan radio antara Verstappen dan race engineer Gianpiero Lambiase menunjukkan betapa frustrasinya Verstappen. Dari lap 33 hingga 37, ia beberapa kali mengeluh soal ban dan instruksi tim yang menurutnya kurang jelas. Momen paling tegang terjadi saat Lambiase mencoba memberi saran teknis:
Lambiase: “Turunkan manajemen ban di tikungan 7 dan 8, Max. Kalau tidak, kita bakal kehilangan sekitar satu detik ke pemimpin di tiga tikungan itu.”
Verstappen: “Di 7 dan 8 cuma satu detik?”
Lambiase: “Iya, satu detik di sektor itu, tapi utamanya di tiga tikungan itu.”
Verstappen: “Ban saya sudah tidak oke, saya tidak bisa mengatur.”
Percakapan terus panas karena Verstappen merasa harus melambat tanpa info yang jelas. Ia sempat bingung soal instruksi lift dan kecewa karena baru tahu harus mengurangi kecepatan di beberapa tikungan.
Verstappen: “Saya mesti turunkan kecepatan di tikungan 6 apa tidak sih?”
Lambiase: “Tidak perlu di tikungan 6.”
Verstappen: “Sepanjang balapan saya harus turunkan kecepatan, kenapa tidak ada yang bilang dari awal?”
Verstappen: “Terus saya masih harus turunkan di tikungan 1 sama 14 juga?”
Lambiase: “Iya, please.”
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media