fin.co.id - Persaingan di Wilayah Timur Championship 2025-2026 memasuki fase krusial. Saat PSS Sleman dan Barito Putera tengah memacu mesin demi tiket promosi otomatis ke Super League, raksasa Jawa Tengah, PSIS Semarang, justru sedang bertarung dengan waktu untuk menyelamatkan diri dari ancaman turun kasta ke kasta ketiga.
Barito Putera kini menempel ketat PSS Sleman di puncak klasemen dengan selisih empat angka. Mengoleksi 41 poin, skuad asuhan Stefano Cugurra "Teco" menargetkan sapu bersih di enam laga sisa. Peluang emas untuk memangkas jarak terbuka lebar saat Bayu Pradana dan kawan-kawan menjamu Persiku Kudus di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (29/3/2026).
Jika mampu konsisten di posisi kedua hingga akhir musim, Laskar Antasari harus melewati jalur play-off melawan runner-up Grup Barat—yang saat ini diperebutkan sengit oleh Adhyaksa FC, Garudayaksa, hingga Sumsel United—demi satu tiket tersisa. Namun, bagi Teco, promosi langsung tetap menjadi prioritas utama.
Oase di Tengah Krisis Mahesa Jenar
Pemandangan kontras terlihat di papan bawah. PSIS Semarang, klub bersejarah yang berdiri sejak 1932, sedang terpuruk di posisi ke-9. Dari 21 laga, Laskar Mahesa Jenar baru mengemas 16 poin hasil dari 13 kekalahan. Sebuah catatan minor bagi pemilik dua gelar juara nasional (1987 dan 1999) tersebut.
Namun, harapan baru muncul sejak kendali kepelatihan beralih ke tangan Andri Ramawi pada Februari lalu. Di bawah arahannya, PSIS belum terkalahkan dalam tiga laga terakhir.
Baca Juga
"Tren positif ini harus dijaga. Kami wajib mengamankan tiga poin saat menjamu Persipal Palu di Jatidiri, Minggu malam nanti," ujar sebuah sumber di internal tim. Kemenangan atas Persipal, yang saat ini terbenam di dasar klasemen, akan menjadi kunci bagi PSIS untuk menggeser Persiba Balikpapan dan keluar dari zona merah.
Jalan terjal menanti seluruh tim di Pekan ke-23 dan 24. PSS Sleman yang memimpin dengan 45 poin tidak boleh jemawa. Tantangan berat akan memuncak pada Pekan ke-24 saat tersaji laga big match antara Barito Putera melawan PSS Sleman. Laga ini diprediksi menjadi penentu siapa yang paling layak naik kelas ke kasta tertinggi.
Di sisi lain, Persipura Jayapura dan Tornado FC yang sama-sama mengoleksi 40 poin mengintai di posisi ketiga dan keempat. Kelengahan sedikit saja dari tim papan atas akan menjadi keuntungan bagi Mutiara Hitam untuk merangsek naik.
Kini, setiap pertandingan bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertaruhan reputasi dan masa depan klub di peta sepak bola nasional.