Balap . 28/03/2026, 15:32 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Musim baru belum benar-benar menemukan ritmenya, tetapi awan gelap sudah menggantung di atas kepala Lando Norris. Alih-alih memulai kampanye sebagai juara bertahan dengan dominasi, pembalap andalan McLaren justru dipaksa menghadapi rangkaian masalah teknis yang berpotensi menggagalkan ambisinya mempertahankan gelar dunia.
Kondisi ini bukan sekadar gangguan kecil. Ini adalah krisis yang datang beruntun, menghantam dari berbagai sisi, dan secara perlahan menggerus peluang Norris sejak awal musim.
Permasalahan bermula dari kegagalan Norris untuk старт di Grand Prix China. Gangguan pada komponen kelistrikan mesin membuat mobilnya tak bisa turun ke lintasan, menghilangkan peluang meraih poin penting.
Namun dampaknya tidak berhenti di sana. Kerusakan tersebut ternyata bersifat permanen pada baterai mobil MCL40 miliknya. Akibatnya, satu dari tiga jatah baterai untuk satu musim harus dicoret.
Situasi ini langsung menempatkan Norris dalam posisi rawan. Ia kini sudah menggunakan baterai ketiga—yang berarti terakhir—untuk musim 2026. Setiap penggantian tambahan setelah ini akan berujung penalti grid otomatis.
Dalam dunia Formula 1 modern, di mana selisih waktu sangat tipis, hukuman turun posisi старт bisa menjadi pembeda antara podium dan kegagalan total.
Harapan bahwa masalah telah selesai ternyata tidak menjadi kenyataan. Saat memasuki akhir pekan Grand Prix Jepang, Norris kembali mengalami gangguan pada sistem ERS.
Masalah tersebut memaksa tim melakukan penggantian komponen dan membuatnya kehilangan waktu penting di sesi latihan bebas ketiga. Waktu lintasan yang hilang berarti berkurangnya kesempatan memahami setup mobil—sesuatu yang krusial di sirkuit teknis seperti Suzuka.
Situasi ini mempertegas bahwa McLaren belum sepenuhnya keluar dari krisis. Bahkan, ini menjadi masalah ketiga yang berkaitan dengan sistem hybrid hanya dalam dua seri pembuka.
Dalam perburuan gelar, konsistensi adalah segalanya. Namun Norris justru kehilangan poin berharga di awal musim. Saat ini, ia sudah tertinggal 36 poin dari rival utamanya, George Russell.
Sementara itu, McLaren juga tertinggal jauh di klasemen konstruktor, dengan selisih 80 poin dari Mercedes yang memimpin.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media