fin.co.id
- Francesco Bagnaia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai MotoGP Amerika. Pembalap Ducati itu secara jujur mengakui bahwa timnya mulai kehilangan keunggulan, bahkan tertinggal dari Aprilia yang tampil semakin solid musim ini.
Balapan di Circuit of the Americas (COTA) berubah menjadi pengalaman pahit bagi Bagnaia. Ia menyebut momen-momen terakhir balapan sebagai situasi yang sangat sulit, bahkan nyaris berujung kecelakaan.
Sejak awal hari, Bagnaia sebenarnya sudah merasakan ada yang tidak beres. Saat sesi pemanasan, ia mengaku motor terasa berbeda dibanding hari sebelumnya.
“Sejak pagi saya sudah kesulitan. Motor terasa lebih berat dan sulit menjaga kecepatan saat masuk tikungan,” ungkapnya.
Masalah tersebut berlanjut ke balapan utama. Grip ban belakang yang menurun membuatnya kesulitan mengontrol motor, terutama saat menikung ke sisi kanan.
Awalnya, Bagnaia masih mampu bertahan di posisi lima besar dan sempat mengungguli Marc Marquez. Namun, situasi berubah drastis menjelang akhir balapan.
Dalam tiga lap terakhir, ia kehilangan banyak posisi secara beruntun. Marc Marquez memulai gelombang serangan, disusul Enea Bastianini, Alex Marquez, Raul Fernandez, hingga Luca Marini yang turut melewatinya.
Penurunan performa ban menjadi faktor utama yang membuat Bagnaia terpuruk. Ia mengaku terlalu berharap ban pembalap lain akan lebih dulu mengalami penurunan, tetapi justru dirinya yang lebih dulu kehilangan grip.
“Saya menunggu ban pembalap lain turun, tapi justru saya yang drop lebih dulu. Bahkan tanpa terlalu memaksa, ban saya sudah habis,” jelasnya.
Saat mencoba meningkatkan tekanan di beberapa lap terakhir, kondisi justru semakin memburuk. Ia bahkan harus menahan diri agar tidak terjatuh.
“Saya mencoba sedikit menekan di empat lap terakhir, tapi dua lap terakhir benar-benar mimpi buruk. Saya hampir kehilangan kendali,” tambahnya.
Catatan waktunya pun melambat drastis hingga menyentuh kisaran 2 menit 5 detik, jauh dari ritme kompetitif.
Di saat Ducati kesulitan, Aprilia justru tampil dominan. Tim tersebut berhasil mengunci hasil satu-dua lewat Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.
Performa Aprilia dinilai jauh lebih stabil, terutama dalam menjaga kondisi ban meski melaju dengan kecepatan tinggi.
“Aprilia sudah membuat langkah besar tahun ini. Mereka meningkat banyak,” kata Bagnaia.
Menurutnya, keunggulan utama Aprilia ada pada manajemen ban yang jauh lebih baik dibanding rival.
“Perbedaannya adalah mereka bisa melaju sangat cepat tanpa merusak ban. Saat ini, mereka sudah di depan, dan cukup jauh,” tegasnya.
Hasil di MotoGP Amerika menjadi sinyal serius bagi Ducati. Selama beberapa musim terakhir, tim asal Italia itu dikenal sebagai kekuatan dominan di grid.
Namun, kondisi di COTA menunjukkan bahwa keunggulan tersebut mulai tergerus. Jika masalah seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Ducati akan kesulitan mempertahankan posisinya di puncak.
Bagi Bagnaia, evaluasi besar jelas dibutuhkan. Ia harus segera menemukan solusi agar bisa kembali kompetitif di seri-seri berikutnya.
MotoGP Amerika 2026 menjadi titik refleksi bagi Francesco Bagnaia dan Ducati. Performa yang menurun drastis, terutama akibat masalah ban, membuka celah bagi Aprilia untuk tampil lebih dominan.
Pengakuan Bagnaia bahwa Aprilia kini berada di depan menunjukkan perubahan peta persaingan yang tidak bisa dianggap remeh. Jika Ducati tidak segera berbenah, dominasi yang selama ini mereka bangun bisa benar-benar berakhir.
Keywords: motogp, bagnaia, ducati, aprilia, cota, performa motogp, ban motogp, hasil motogp, pembalap motogp, berita motogp, bagnaia frustrasi di motogp amerika, ducati tertinggal dari aprilia musim ini, penyebab ban cepat habis motogp, hasil motogp amerika cota terbaru, analisis performa ducati vs aprilia
Performa Drop Drastis di Lap Akhir
Baca Juga
Ban Jadi Biang Masalah
Baca Juga
Aprilia Dinilai Sudah Jauh di Depan
Sinyal Bahaya untuk Ducati
Penutup
Bagnaia Frustrasi di MotoGP Amerika, Akui Ducati Mulai Tertinggal dari Aprilia
sport.fin.co.id - 31/03/2026, 10:55 WIB
Marco Bezzechi, Image: @marcobez72 / Instagram
TERKINI
Terpopuler
1
Target Coach Herdman di FIFA Match Day: Bidik Kemenangan Bersejarah Atas Oman
2 hari lalu
2
Laporan Media Korea Selatan: Sin Tae-Yong Akan Tangani Persija Musim 2026/2027
1 hari lalu
3
KEREN! Skuad Garuda Akhiri Penantian 38 Tahun, Menang Telak 3-0 Atas Oman di GBK
1 hari lalu