Akibatnya, pemain berusia 23 tahun tersebut hampir dipastikan absen dalam pertandingan penting melawan Jong PSV.
Ironisnya, masalah ini muncul justru saat kedua pemain tersebut sedang berada dalam fase penting bersama Timnas Indonesia.
Proses naturalisasi yang memungkinkan mereka membela Merah Putih ternyata memunculkan konsekuensi hukum di Eropa.
Awalnya banyak pihak mengira mereka bisa memiliki dua kewarganegaraan secara fleksibel.
Namun aturan hukum menunjukkan bahwa ketika seorang pemain resmi menjadi warga negara Indonesia, status kewarganegaraan Belandanya dianggap dilepas.
Konsekuensi dari perubahan status tersebut cukup besar dalam regulasi sepak bola Eropa.
Baca Juga
Dampak Status Non-Uni Eropa
Perubahan kewarganegaraan membuat status Dean James dan Nathan Tjoe-A-On berubah menjadi pemain non-Uni Eropa di kompetisi Belanda.
Hal ini membawa sejumlah konsekuensi administratif, antara lain:
-
Wajib memiliki izin kerja khusus
-
Harus memenuhi kuota pemain non-Uni Eropa
-
Tidak dapat bermain jika dokumen belum lengkap
Di liga Belanda, regulasi pemain non-Uni Eropa memang jauh lebih ketat dibandingkan pemain yang memiliki paspor Uni Eropa.
Karena itu, perubahan status kewarganegaraan dapat langsung memengaruhi kelayakan seorang pemain untuk tampil di kompetisi.
Klub Liga Belanda Ajukan Protes
Masalah ini kemudian memicu reaksi dari sejumlah klub yang merasa dirugikan.
Klub NAC Breda mengajukan protes setelah menghadapi Go Ahead Eagles yang memainkan Dean James dalam pertandingan resmi.