Atletico Madrid Mulai Era Baru, Posisi Simeone Tak Lagi Aman

sport.fin.co.id - 04/04/2026, 21:39 WIB

Atletico Madrid Mulai Era Baru, Posisi Simeone Tak Lagi Aman

Diego Simeone, Image: @simeone / Instagram

fin.co.id - Perubahan besar mulai terasa di tubuh Atletico Madrid. Setelah lebih dari satu dekade dipimpin oleh sosok karismatik Diego Simeone, kini masa depan sang pelatih tak lagi sepenuhnya aman.

Sejak pertama kali datang pada 2011, Simeone berhasil mengubah Atletico dari tim yang inkonsisten menjadi kekuatan besar di Eropa. Namun kini, dinamika baru mulai menguji loyalitas, taktik, dan masa depan salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah klub.

Warisan Besar Simeone yang Sulit Tergantikan

Di bawah kepemimpinan Simeone, Atletico menjelma menjadi penantang serius dominasi Real Madrid dan FC Barcelona. Dua gelar La Liga pada 2014 dan 2021 menjadi bukti nyata keberhasilan tersebut.

Tak hanya itu, trofi UEFA Europa League, Copa del Rey, hingga konsistensi tampil di Liga Champions menjadikan Simeone sebagai pelatih tersukses dalam sejarah klub.

Seorang suporter menggambarkan dampaknya dengan sederhana: “Kami dulu dikenal sebagai tim yang selalu sial, kini kami percaya bisa menghadapi siapa pun tanpa rasa takut.”

Performa Menurun dan Taktik Mulai Terbaca

Memasuki musim 2026, performa Atletico mulai mengalami penurunan. Mereka tertinggal cukup jauh dari Barcelona di klasemen La Liga dan tidak lagi tampil dominan di Eropa.

Pendekatan taktis Simeone yang terkenal solid secara defensif kini mulai dianggap mudah dibaca. Seiring berkembangnya strategi modern dalam sepak bola, beberapa pelatih lawan dinilai sudah mampu “memecahkan kode” permainan Atletico.

Hal ini memunculkan pertanyaan: apakah gaya bermain yang dulu revolusioner kini justru menjadi batas bagi perkembangan tim?

Era Baru dengan Pemilik Baru

Masuknya Apollo Sports Capital sebagai pemilik mayoritas membawa harapan sekaligus tekanan baru. Era manajemen baru sering kali identik dengan perubahan visi, termasuk kemungkinan pergantian pelatih.

Pihak manajemen menegaskan ingin melanjutkan “warisan besar” klub, namun di saat yang sama juga membuka peluang adaptasi terhadap tuntutan sepak bola modern.

Dalam situasi seperti ini, posisi pelatih menjadi salah satu aspek yang paling mudah dievaluasi.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID