fin.co.id - Persita Tangerang harus menerima kenyataan pahit setelah ditaklukkan Arema FC dengan skor tipis 0-1 dalam laga lanjutan pekan ke-27 BRI Super League yang digelar di Banten International Stadium. Gol semata wayang kemenangan tim tamu dicetak melalui tendangan bebas oleh Gustavo Franca.
Sepanjang pertandingan, tim berjuluk "Pendekar Cisadane" sebenarnya mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang. Namun, pertahanan rapat Arema FC setelah unggul membuat Persita kesulitan mencetak gol penyeimbang.
Usai laga, pelatih Persita Carlos Pena mengaku sangat sedih dengan hasil ini. Menurutnya, anak asuhnya bermain lebih baik dan memiliki nilai lebih dari sekadar kekalahan.
"Saya sedih, tidak kecewa. Saya pikir kami lebih berharga. Kami mengawal pemain ofensif Arema dengan sangat baik dan menciptakan banyak peluang hingga sepertiga akhir lapangan, namun kami gagal memanfaatkannya," ujar Carlos Pena, Sabtu, 11 April 2026.
Ia juga menambahkan bahwa strategi bertahan lawan menjadi tantangan berat setelah timnya kebobolan. "Setelah tertinggal, segalanya menjadi lebih sulit karena mereka bertahan dengan banyak pemain," lanjutnya.
Gelandang Persita, Pablo Ganet, juga mengungkapkan kesedihannya atas hasil yang tidak sesuai dengan persiapan tim.
Baca Juga
"Kami datang dengan persiapan matang dan menguasai babak pertama dengan baik. Kami melakukan apa yang harus dilakukan, tetapi inilah sepak bola. Kami sangat sedih karena gagal meraih poin di saat kami merasa bisa menang," tutur Ganet.
Terkait banyaknya kartu kuning yang dikeluarkan wasit dalam laga ini, Carlos Pena menegaskan bahwa itu bukanlah rencana permainan mereka. Menurutnya, hal tersebut terjadi secara alami karena intensitas tinggi dari kedua tim yang bermain agresif di lapangan.