fin.co.id - Raut kekecewaan tidak bisa disembunyikan dari wajah pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, usai timnya dipaksa menyerah 0-1 oleh Arema FC pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026, Jumat (10/4/2026) malam. Bertanding di Banten International Stadium "Pendekar Cisadane" harus meratapi kegagalan mereka mengonversi dominasi menjadi poin.
Laga sejatinya berjalan dalam kendali tuan rumah. Persita tampil agresif dengan mengurung pertahanan lawan sejak menit awal. Namun, asyik menyerang justru menjadi petaka. Melalui skema yang klinis di babak kedua, Gustavo Franca berhasil menyarangkan bola ke gawang Persita. Gol tunggal tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, sekaligus menjadi pembeda hasil akhir.
Usai laga, Carlos Pena mengungkapkan perasaan campur aduknya. Meski secara hasil mengecewakan, ia mengaku tetap bangga dengan etos kerja anak asuhnya yang mampu mendikte permainan.
"Saya sedih, tapi tidak kecewa kepada pemain. Saya sedih karena merasa kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik. Kami mengontrol permainan dengan sangat baik, bahkan saat mereka menumpuk pemain menyerang," ujar Pena, dikutip Sabtu, 11 April 2026.
Pena menyoroti tumpulnya barisan depan yang gagal memanfaatkan rentetan peluang, termasuk sejumlah tendangan sudut dan situasi di sepertiga akhir lapangan. Situasi menjadi kian pelik bagi Persita setelah gol Franca tercipta, karena Arema FC langsung merapatkan barisan pertahanan.
"Setelah kebobolan, situasi jauh lebih sulit. Mereka bertahan dengan banyak pemain. Kami memiliki beberapa peluang di dalam kotak penalti, namun bola tetap tidak mau masuk. Saya tidak bisa mengeluh karena pemain sudah memberikan segalanya di lapangan," tambah pelatih asal Spanyol tersebut.
Baca Juga
Menariknya, Pena membandingkan laga ini dengan pertemuan pertama mereka. Baginya, sepak bola terkadang sulit diprediksi secara matematis.
"Mungkin pada pertemuan pertama lalu, kami tidak pantas menang tapi justru menang. Hari ini, saya pikir kami bermain jauh lebih baik, namun tetap tidak bisa menang. Saya butuh waktu untuk merenungkan hasil ini," pungkasnya.
Kekalahan ini membuat posisi Persita terpaku di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 41 poin. Pendekar Cisadane harus segera berbenah dan melupakan kekalahan ini, mengingat mereka sudah ditunggu jadwal tandang sulit melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya pada 19 April mendatang.