fin.co.id - Persita Tangerang bersiap menjamu Bali United pada pekan ke-29 BRI Liga 1 2025/2026. Pelatih Persita, Carlos Pena, tengah berupaya keras mencari solusi guna memutus tren negatif timnya yang menelan kekalahan dalam tiga laga terakhir.
Klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut baru saja melewati periode sulit dengan kekalahan tipis 0-1 secara beruntun saat menghadapi Persebaya Surabaya, Arema FC, dan Persik Kediri.
Carlos Pena menekankan pentingnya menjaga konsentrasi penuh dan meminimalkan kesalahan individu, terutama dalam pertandingan dengan intensitas tinggi. Ia menyoroti bagaimana hilangnya fokus di lini pertahanan menjadi penyebab utama kegagalan tim meraup poin.
"Dalam tiga laga terakhir kami memang gagal mencetak gol. Namun, saat melawan Persik Kediri, hal terburuk bukanlah kegagalan mencetak gol, melainkan kesalahan yang menyebabkan kami kebobolan," ujar Pena dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Pena menambahkan bahwa ketertinggalan lebih dulu membuat strategi tim menjadi sulit berkembang. "Tim lawan pasti akan bertahan dengan baik dan memanfaatkan waktu untuk menjaga keunggulan. Sulit bagi kami untuk bangkit jika konsentrasi menurun seperti itu," tuturnya.
Optimisme senada disampaikan kapten tim, Muhammad Toha. Meski tim sedang dalam tren minor, ia yakin Persita mampu bangkit di enam laga tersisa musim ini demi mengejar posisi tertinggi dalam sejarah partisipasi klub di liga.
Baca Juga
"Kami bisa menciptakan peluang, itu poin positifnya. Sekarang tinggal bagaimana kami memaksimalkannya menjadi gol dan tidak lagi melakukan kesalahan fatal seperti laga sebelumnya. Kami harus fokus menatap laga melawan Bali United," kata Toha.
Hingga pekan ke-28, Persita Tangerang masih tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan koleksi 41 poin. Torehan poin tersebut sama dengan Dewa United di posisi ke-7, namun Persita kalah dalam catatan head-to-head.