fin.co.id - Persita Tangerang harus menelan pil pahit setelah dipaksa menyerah 0-1 oleh Bali United dalam laga lanjutan BRI Liga 1 musim 2025/2026 di Banten International Stadium, Kamis (23/4/2026). Kekalahan tipis ini diwarnai kekecewaan kubu tuan rumah terhadap kepemimpinan wasit.
Gol tunggal kemenangan tim tamu lahir melalui titik putih setelah pemain Persita, Pablo, dianggap melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang. Keputusan ini menjadi titik balik pertandingan yang dinilai pelatih Persita, Carlos Pena, sebagai hasil yang tidak adil bagi skuadnya.
Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Carlos Pena mengungkapkan bahwa timnya memulai babak kedua dengan performa yang lebih baik dibandingkan tim lawan. Namun, momentum tersebut patah saat wasit menunjuk titik putih tanpa melakukan peninjauan ulang yang mendalam.
"Sepak bola hari ini tidak adil bagi kami. Saya tidak melihat peluang bersih dari Bali United di babak kedua, bahkan kami memulai laga dengan lebih baik. Namun, wasit memutuskan tindakan Pablo sebagai penalti," ujar Pena.
Pena menyayangkan keputusan wasit yang tidak mengecek Video Assistant Referee (VAR) secara saksama dalam proses terjadinya penalti tersebut. Ia menilai ada situasi yang seharusnya ditinjau karena posisi Pablo saat itu sedang berada di tanah.
"Dia (wasit) tidak memeriksa, padahal saya pikir itu situasi yang perlu dicek. Bola datang langsung ke dia (Pablo), lalu terjadi pantulan (rebound). Sementara itu, saat kami mendapatkan situasi penalti, pengecekan memakan waktu hingga 7-8 menit," tambahnya.
Baca Juga
Meski telah memasukkan seluruh pemain bertipe menyerang untuk mengejar ketertinggalan, tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut gagal memecah kebuntuan hingga peluit panjang dibunyikan.
Menanggapi tumpulnya lini depan, pelatih asal Spanyol tersebut mengakui adanya kebutuhan evaluasi pada aspek penyelesaian akhir. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan diri pemain di tengah hasil negatif ini.
"Kami bisa menciptakan lebih banyak kesempatan, tetapi yang terpenting adalah mengubah peluang itu menjadi gol. Bekerja dengan akurasi tidaklah mudah, namun kami tidak akan menyerah. Besok kami akan mulai bekerja keras lagi untuk pertandingan berikutnya," tegas Pena.