Bola . 23/04/2026, 21:04 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Mimpi besar Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2031 kini berada dalam ketidakpastian. Proses bidding yang sebelumnya berjalan penuh optimisme mendadak terhenti setelah Asian Football Confederation (AFC) mengambil keputusan mengejutkan dengan menunda tahapan seleksi tanpa kejelasan lanjutan.
Indonesia sebelumnya bersaing dengan sejumlah negara kuat seperti Australia, India, Korea Selatan, Kuwait, serta konsorsium Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Namun kini, seluruh proses seolah “menghilang” dari agenda resmi AFC.
Akar persoalan muncul dari keputusan AFC yang tengah mengkaji ulang kalender kompetisi. Bahkan, edisi 2031 dan 2035 untuk sementara dikeluarkan dari perencanaan awal.
Langkah ini memicu spekulasi besar bahwa struktur kompetisi sepak bola Asia akan mengalami perubahan signifikan. Di balik layar, FIFA disebut tengah menyusun ulang kalender internasional.
Salah satu wacana yang berkembang adalah pemindahan jadwal Piala Asia ke tahun genap, serta rencana peluncuran kompetisi baru bertajuk AFC Nations League. Jika terealisasi, perubahan ini bisa mengubah wajah sepak bola Asia secara drastis.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengakui bahwa kondisi ini membuat Indonesia berada di posisi yang serba tidak pasti.
Menurut Erick, undangan bidding sempat diberikan dan bahkan dibahas di Kuala Lumpur. Namun, proses tersebut tiba-tiba ditunda tanpa penjelasan rinci.
“Undangan bidding sempat ada, tetapi kemudian ditunda. Kemungkinan AFC sedang menyiapkan kompetisi tambahan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan hingga kini belum ada keputusan resmi secara tertulis dari FIFA maupun AFC. Hal ini membuat PSSI hanya bisa menunggu perkembangan lebih lanjut.
Di tengah ketidakpastian tersebut, agenda sepak bola Asia tetap berjalan. Piala Asia 2027 dipastikan digelar di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari.
Turnamen ini akan diikuti 24 tim, termasuk Indonesia yang berhasil lolos kualifikasi. Keikutsertaan ini menjadi momentum penting bagi skuad Garuda untuk terus menunjukkan perkembangan di level Asia.
Pada edisi sebelumnya, Indonesia mencatatkan sejarah dengan lolos ke fase gugur sebelum akhirnya dihentikan Australia. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media