Timnas Iran Terbang ke Turki: Demi Persiapan Piala Dunia 2026 dan Urus Visa Masuk ke AS

sport.fin.co.id - 17/05/2026, 23:05 WIB

Timnas Iran Terbang ke Turki: Demi Persiapan Piala Dunia 2026 dan Urus Visa Masuk ke AS

Timnas Iran membawa 30 pemain ke Turki untuk kamp pelatihan, laga uji coba.

fin.co.id - Tim nasional Iran siap bertolak ke Turki pada hari Senin untuk menggelar pemusatan latihan intensif, melakoni pertandingan persahabatan, sekaligus menyelesaikan pengurusan visa sebelum terbang menuju Amerika Serikat. Kabar keberangkatan ini mengonfirmasi persiapan akhir Tim Melli menjelang putaran final Piala Dunia.

Pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei, memaparkan bahwa anak asuhnya akan kembali ke Antalya. Kota tersebut merupakan lokasi yang sama saat mereka berlatih dan menggelar laga uji coba pada bulan Maret lalu.

Dalam lawatan kali ini, Ghalenoei memboyong sebanyak 30 pemain ke Turki. Jumlah tersebut nantinya harus ia pangkas menjadi maksimal 26 nama saja untuk skuad resmi Piala Dunia. Dari daftar nama yang ada, sosok mantan striker Porto berusia 33 tahun yang kini merumput untuk Olympiacos, Mehdi Taremi, menjadi pemain yang paling populer di dalam tim.

“Memilih 30 pemain untuk kamp pelatihan terakhir menjelang Piala Dunia ini adalah keputusan teknis tersulit dalam karier kepelatihan saya,” ungkap Ghalenoei kepada situs resmi federasi sepak bola Iran pada hari Sabtu.

Ghalenoei juga menegaskan bahwa ia memilih nama-nama tersebut murni berdasarkan "kriteria teknis."

Agendakan Laga Persahabatan dan Masalah Logistik Visa AS

Selama berada di Antalya, armada Iran berharap bisa menggelar dua pertandingan uji coba. Sejauh ini, mereka baru mengonfirmasi satu pertandingan saja, yaitu melawan Gambia pada 29 Mei mendatang. Informasi ini mengudara lewat Sam Mehdizadeh, seorang warga Iran-Kanada yang memimpin perusahaan penyelenggara laga persahabatan bagi timnas Iran.

Selain mematangkan taktik, agenda di Turki ini memiliki misi krusial lain terkait dokumen perjalanan. Mengingat hubungan diplomatik antara Iran dan AS sudah putus sejak tahun 1980, para pemain wajib memanfaatkan waktu di Turki untuk menuntaskan prosedur permohonan visa Amerika Serikat.

"Belum ada visa yang dikeluarkan," jelas Mehdi Taj, Kepala Federasi Sepak Bola Iran, kepada media lokal pada hari Kamis.

Taj menjabarkan bahwa seluruh anggota tim harus menjalani proses pengambilan sidik jari di Turki sebagai bagian dari persyaratan visa. Namun, pihak federasi sedang mengupayakan agar para pemain tidak perlu menempuh perjalanan jauh hingga 450 kilometer (280 mil) dari markas latihan mereka di Antalya menuju Ankara hanya untuk urusan tersebut.

Diplomasi Sepak Bola di Tengah Ketegangan Politik

Demi kelancaran fasilitas tim, Mehdi Taj berencana mengadakan pembicaraan khusus dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Langkah ini diambil karena Teheran ingin mencari jaminan keamanan dan kenyamanan bagi skuadnya di tengah eskalasi ketegangan akibat perang yang sedang berkecamuk.

Sebagai bagian dari langkah diplomasi, Taj bersama delegasi Iran telah bersua dengan Presiden Federasi Sepak Bola Turki (TFF), Ibrahim Ethem Haciosmanoglu, serta Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, pada hari Sabtu di Istanbul.

“Selama pertemuan ini, dilakukan penilaian mengenai kamp pelatihan dan persiapan yang direncanakan oleh tim nasional Iran di Turki menjelang Piala Dunia,” tulis TFF melalui akun media sosial resmi mereka.

Begitu urusan dokumen beres dan skuad mendarat di Amerika Serikat, timnas Iran akan langsung mendirikan markas utama mereka di Tucson, Arizona. Berdasarkan jadwal resmi di Grup G, Iran akan memulai laga perdana Piala Dunia melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni. Setelah itu, mereka menantang Belgia di kota yang sama, sebelum akhirnya bersua Mesir di Seattle.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID