Balap . 26/05/2026, 09:14 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Pembalap Red Bull, Max Verstappen, kembali melontarkan kritik keras terhadap arah regulasi Formula 1. Juara dunia empat kali tersebut bahkan mengisyaratkan bahwa masa depannya di ajang balap paling bergengsi itu bergantung pada perubahan aturan mesin yang akan diterapkan mulai musim 2027.
Komentar Verstappen muncul setelah Grand Prix Kanada 2026, ketika ia menegaskan bahwa Formula 1 saat ini mulai kehilangan esensi “balapan murni” yang selama ini menjadi daya tarik utama olahraga tersebut.
Verstappen secara terbuka mendukung proposal pembagian tenaga 60-40 untuk regulasi mesin baru F1 pada 2027. Usulan itu diyakini dapat mengurangi ketergantungan berlebihan pada manajemen energi listrik yang selama ini dianggap terlalu kompleks oleh banyak pembalap.
Menurut Verstappen, perubahan tersebut menjadi syarat minimum agar dirinya tetap termotivasi membalap di Formula 1.
Ia menyebut regulasi saat ini terlalu rumit dan membuat pengalaman mengemudi menjadi tidak alami. Verstappen merasa pembalap kini lebih sibuk mengatur baterai, energi, dan berbagai parameter teknis dibanding benar-benar fokus membalap di lintasan.
“Formula 1 seharusnya tentang balapan yang murni dan alami,” ujar Verstappen dalam wawancara usai balapan di Kanada.
Pembalap asal Belanda itu menilai Formula 1 modern mulai terlalu jauh dari akar motorsport sejati. Ia menyoroti banyaknya aturan teknis yang bahkan sulit dipahami penonton.
Verstappen mengatakan pembalap harus memikirkan terlalu banyak hal selama balapan, mulai dari pengisian daya baterai, aturan penggunaan energi, hingga prosedur teknis tertentu yang dinilainya justru mengurangi kualitas duel di lintasan.
Ia bahkan menyebut sesi kualifikasi modern terasa “anti-balap” karena terlalu dipengaruhi pengelolaan energi dan sistem elektronik.
Meski demikian, Verstappen tetap memuji kualitas para pembalap Formula 1 saat ini. Menurutnya, para pembalap terbaik dunia akan tetap mampu menghadirkan pertunjukan menarik apa pun jenis mobil yang digunakan.
Namun baginya, kualitas hiburan yang tercipta bukan berasal dari regulasi mobil modern, melainkan dari kemampuan para pembalap itu sendiri.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media