fin.co.id - Piala Dunia FIFA 2026 akan resmi dimulai di Meksiko City, ibu kota Meksiko, Jumat, 11 Juni 2026. Pembukaan event akbar ini dibayangi gelombang demonstrasi dan protes yang masih berlangsung di berbagai titik kota.
Sejumlah kelompok masyarakat memanfaatkan momentum penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut untuk meningkatkan perhatian publik terhadap berbagai tuntutan yang mereka ajukan kepada pemerintah.
Para demonstran, yang sebagian besar berasal dari Koordinasi Pekerja Pendidikan Nasional (CNTE), mendirikan tenda-tenda di sejumlah ruas jalan kawasan bersejarah Kota Meksiko. Mereka bertahan siang dan malam serta menolak meninggalkan area yang menjadi pusat aksi mereka.
Kelompok pengunjuk rasa di Meksiko terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Selain guru yang menuntut kenaikan gaji, perubahan kebijakan pendidikan, peningkatan hak pensiun, dan pencabutan undang-undang pensiun, aksi tersebut juga melibatkan kelompok pencari anggota keluarga yang hilang, keluarga dan pendukung 43 calon guru yang hilang di Ayotzinapa pada 2014, pensiunan pegawai peradilan, aktivis hak-hak hewan, hingga petani.
Beberapa kali demonstrasi memicu ketegangan dengan aparat keamanan ketika massa berkumpul dan berhadapan dengan polisi di sejumlah lokasi.
Jalan Utama Ditutup, Lalu Lintas Kota Meksiko Terganggu
Demonstrasi yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat di pusat kota. Banyak bagian kawasan kota tua ditutup untuk lalu lintas karena aksi protes yang terus berlangsung.
Baca Juga
Selain itu, pemasangan penghalang berukuran besar untuk membatasi akses pengunjuk rasa ke sejumlah area tertentu turut menarik perhatian publik.
Penutupan berkala di sejumlah jalan utama, termasuk kawasan sekitar Paseo de la Reforma, Insurgentes, dan pusat bersejarah Kota Meksiko, menyebabkan kemacetan lalu lintas yang cukup parah. Kondisi tersebut juga mengganggu operasional transportasi umum yang melayani wilayah pusat kota.
Fan Fest FIFA Menjadi Titik Ketegangan Baru
Ketegangan juga muncul akibat tumpang tindih lokasi antara area Fan Fest yang disiapkan FIFA di Lapangan Zocalo dengan area yang digunakan para demonstran untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Lapangan Zocalo menjadi salah satu lokasi strategis yang ingin dijadikan pusat demonstrasi oleh para pengunjuk rasa. Untuk mencegah massa memasuki area tersebut, pihak berwenang memasang penghalang besar dan menempatkan sejumlah besar personel kepolisian di lokasi.
Baca Juga
Anggota CNTE terus meningkatkan tekanan terhadap pemerintah melalui berbagai aksi demonstrasi. Mereka membawa slogan, **"Tidak ada solusi, tidak ada bola yang bergulir,"** sebagai bentuk penegasan bahwa aksi protes akan terus berlanjut selama tuntutan mereka belum dipenuhi.
Laporan yang beredar juga menyebutkan bahwa beberapa serikat pekerja berencana mempertahankan aksi demonstrasi sepanjang gelaran Piala Dunia apabila pemerintah belum memberikan respons terhadap tuntutan mereka.