fin.co.id — Pembalap kawakan Lewis Hamilton menorehkan tinta emas dalam karier balapnya setelah merayakan kemenangan Grand Prix yang sangat emosional dan bersejarah bersama tim Ferrari pada hari Minggu, 14 Juni 2026.
Hasil luar biasa di Grand Prix Barcelona-Catalunya ini sekaligus mengakhiri dominasi Kimi Antonelli yang sebelumnya sukses mengemas lima kemenangan beruntun.
Menariknya lagi, Hamilton yang kini menginjak usia 41 tahun resmi menobatkan diri sebagai pemenang Formula Satu tertua sejak pembalap legendaris asal Australia, Jack Brabham, memecahkan rekor serupa pada tahun 1970 silam.
Aksi memukau di Sirkuit de Catalunya ini menjadi podium pertama bagi pembalap asal Inggris tersebut sejak terakhir kali ia mencicipi kemenangan di GP Belgia 2024 saat masih membela Mercedes.
Tambahan trofi ini sekaligus menjadi kemenangan ketujuhnya di Spanyol, serta menggenapi koleksi kemenangan ke-106 sepanjang karier luar biasa sang juara dunia tujuh kali tersebut.
Nasib sial justru menimpa Kimi Antonelli, pembalap muda Italia berusia 19 tahun yang kini memimpin klasemen kejuaraan bersama Mercedes. Antonelli terpaksa menyudahi balapan lebih cepat akibat masalah mati listrik pada mobilnya saat berada di posisi kedua, tepat lima lap sebelum garis finis.
Baca Juga
Kemunduran pertama bagi Antonelli di musim ini langsung membuat keunggulannya atas Hamilton di papan klasemen menyusut menjadi 41 poin saja.
Dominasi Pembalap Inggris dan Podium Langka Sejak 1968
Kegagalan Antonelli membuka jalan bagi George Russell untuk mengamankan posisi finis kedua bagi Mercedes, setelah sebelumnya ia memulai balapan dari posisi pole dan sempat kehilangan posisi akibat aksi salip Antonelli di akhir-akhir laga. Sementara itu, juara bertahan dari tim McLaren, Lando Norris, menyusul di urutan ketiga untuk melengkapi podium.
Keberhasilan Hamilton, Russell, dan Norris ini menciptakan momen yang sangat langka di era modern. Untuk pertama kalinya sejak Grand Prix Amerika Serikat 1968 di Watkins Glen—saat Jackie Stewart, Graham Hill, dan John Surtees menguasai tempat teratas—tiga pembalap asal Inggris kembali menyapu bersih seluruh podium F1.
"Grazie a tutti a Maranello," ucap Hamilton melalui radio tim, mengirimkan pesan terima kasih yang tulus untuk seluruh staf di pabrik Ferrari setelah ia memutuskan pindah dari Mercedes tahun lalu.
Baca Juga
"Terima kasih banyak. Kalian telah membantu saya mewujudkan mimpi ini dan saya tidak bisa cukup berterima kasih. Terima kasih kepada semua orang yang telah bekerja keras di rumah. Saya sangat bangga pada kalian," lanjutnya dengan penuh rasa haru.
Kemenangan ini juga menyudahi puasa podium pertama bagi tim berlogo kuda jingkrak tersebut sejak tahun 2024.
Sentuhan Magis Strategi Pit Stop dan Catatan Rekor Usia
Jika menilik catatan sejarah masa lalu, mendiang juara dunia tiga kali Jack Brabham menyentuh usia 43 tahun 11 bulan saat meraih kemenangan F1 terakhirnya di Afrika Selatan. Hamilton sendiri baru akan menginjak usia 42 tahun pada Januari mendatang. Namun, di era balap yang lebih modern, pencapaian Hamilton ini berhasil melampaui kompatriotnya, Nigel Mansell, yang menang di Australia pada tahun 1994 saat berusia 41 tahun tiga bulan.