Bola . 15/06/2026, 18:55 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id – Timnas Iran jadi pusat perhatian di Piala Dunia pada Senin, 15 Juni 2026. Langkah perdana mereka di atas rumput hijau langsung menyedot atensi global setelah mendarat di Amerika Serikat.
Kehadiran mereka memicu perbincangan hangat lantaran skuad ini harus melewati proses persiapan yang penuh ketidakpastian akibat situasi perang di Timur Tengah.
Langkah awal tim nasional ini memang tidak mudah. Bayang-bayang ketegangan politik serta kerumitan urusan visa sempat mengganggu fokus latihan mereka.
Masalah-masalah tersebut mencuat sebagai imbas dari serangan militer gabungan AS-Israel terhadap Iran beberapa waktu lalu.
Kini, sehari setelah menginjakkan kaki di California pada hari Minggu, Iran harus langsung bersiap menghadapi Selandia Baru dalam laga pembuka Grup G di SoFi Stadium, Los Angeles.
Sebelum resmi tiba, tim asuhan Amir Ghalenoei ini terpaksa mengubah rencana tempat pemusatan latihan mereka. Iran awalnya memilih Tucson, Arizona sebagai markas utama selama turnamen berlangsung.
Namun, ketegangan yang terus berlanjut dengan sang tuan rumah bersama Piala Dunia, Amerika Serikat, memaksa manajemen memindahkan basis pelatihan ke Tijuana, Meksiko pada menit-menit terakhir akibat kendala dokumen perjalanan.
Masalah tersebut kian meruncing setelah pihak berwenang AS menolak memberikan visa kepada beberapa anggota delegasi resmi Iran.
Tantangan bagi timnas Iran tidak berhenti pada masalah logistik dan dokumen saja. Atmosfer di luar lapangan menjelang pertandingan pembuka diprediksi akan berjalan sangat panas. Anggota diaspora Iran yang menentang rezim garis keras di negaranya sudah merencanakan aksi protes besar-besaran di luar Stadion SoFi.
Bukan hanya demonstrasi di luar arena, jalannya laga juga diselimuti ancaman boikot internal. Muncul kabar bahwa tim Iran bisa saja langsung meninggalkan lapangan hijau jika para penonton membentangkan spanduk anti-pemerintah di dalam stadion selama laga berlangsung.
Saat berbicara di hadapan para jurnalis dalam konferensi pers pada hari Minggu, pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei, mencoba meredam suasana.
Ia menyampaikan harapan besarnya agar aksi para pemainnya di atas lapangan hijau mampu mengesampingkan perbedaan dan menyatukan seluruh masyarakat Iran, baik yang menetap di dalam negeri maupun yang tersebar di luar negeri.
"Kami di sini untuk menampilkan pertandingan yang bagus, pertandingan berkualitas tinggi. Kami tidak memperhatikan semua sensasi dan hal-hal yang terjadi di sekitar kami," tegas Ghalenoei saat menjawab pertanyaan dari jurnalis AFP.
Ghalenoei menilai bahwa dinamika di luar lapangan adalah hal yang lumrah dalam kompetisi olahraga internasional. "Tentu saja, semua tim memiliki masalahnya sendiri, dan di banyak negara, banyak hal terjadi yang tidak ada hubungannya dengan sepak bola," tambahnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media