fin.co.id - Maroko kembali menegaskan diri sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia. Setelah memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, Singa Atlas datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat perpaduan pemain senior dan generasi muda yang terus berkembang.
Kemenangan 4-2 atas Haiti pada laga terakhir Grup C menjadi momen bersejarah bagi Maroko. Untuk pertama kalinya, mereka mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan Piala Dunia. Hasil tersebut sekaligus memastikan Maroko finis sebagai runner-up Grup C dengan koleksi tujuh poin, sejajar dengan Brasil yang menjadi juara grup karena unggul selisih gol.
Pelatih Mohamed Ouahbi menilai anak asuhnya kini telah mencapai level permainan yang lebih tinggi dibanding beberapa tahun lalu.
Bono: Maroko Terus Berkembang dari Tahun ke Tahun
Kiper senior Yassine Bono menjadi salah satu saksi perjalanan Maroko dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir. Ia melihat perubahan besar, dari tim yang dulu hanya dianggap sebagai kuda hitam menjadi tim yang kini mampu bersaing dengan negara-negara terbaik dunia.
"Ini sesuatu yang sangat istimewa dan, yang terpenting, sangat menggembirakan. Sebagai sebuah tim kami terus berkembang, meski itu tidak selalu terlihat dari hasil pertandingan karena kemenangan bergantung pada banyak hal. Semoga keberuntungan berpihak kepada kami sehingga kami bisa melangkah lebih jauh," ujar Bono kepada FIFA.
Baca Juga
Menurut penjaga gawang berpengalaman itu, semangat juang yang membawa Maroko mencapai semifinal Piala Dunia 2022 masih tetap hidup di dalam skuad saat ini.
"Saya pikir dalam pertandingan-pertandingan yang kami jalani, semua pemain bermain dengan sepenuh hati seperti yang kami lakukan pada 2022. Tim ini masih memiliki semangat yang sama. Kami para pemain senior harus terus mewariskan semangat itu kepada generasi berikutnya."
Generasi Baru Maroko Siap Melanjutkan Prestasi
Keberhasilan Maroko kali ini tidak hanya bergantung pada para pemain yang pernah mencatat sejarah di Qatar 2022. Sebanyak 14 pemain dalam skuad saat ini lahir pada tahun 2000 atau setelahnya, menunjukkan proses regenerasi berjalan sangat baik.
Salah satu wajah baru tersebut adalah bek berusia 23 tahun, Chadi Riad. Pemain Crystal Palace itu tampil sebagai starter dalam seluruh pertandingan fase grup dan menjadi bagian penting lini pertahanan Maroko.
Baca Juga
Riad menegaskan bahwa para pemain muda memiliki ambisi besar untuk meneruskan bahkan melampaui pencapaian generasi sebelumnya.
"Kami sedang melakukan banyak hal luar biasa dan semua pemain bergerak menuju tujuan yang sama. Saya sangat bangga dengan tim ini. Para pemain yang tampil hebat pada 2022 menjadi panutan kami. Kami tidak ingin berada di bawah pencapaian mereka. Kami ingin menjadi seperti mereka. Kami memang tim muda, tetapi kami memiliki ambisi yang sangat besar."