Bola . 27/06/2026, 16:04 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id -- Nama bintang tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan sekadar performa apiknya di lapangan hijau, aksi unik Mbappe saat menyerahkan ban kapten kepada rekan setimnya, Aurelien Tchouameni, memicu rasa penasaran publik di tengah gelaran Piala Dunia 2026.
Peristiwa menarik tersebut terjadi dalam laga pemungkas Grup I antara Norwegia melawan Prancis yang berlangsung di Stadion Boston, Amerika Serikat, pada Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB. Saat itu, pelatih Prancis menarik keluar Mbappe pada menit ke-87 untuk menggantinya dengan Tchouameni.
Alih-alih berlari menghampiri Tchouameni guna menyerahkan ban kapten secara langsung—seperti yang lazim dilakukan pesepak bola pada umumnya—Mbappe justru memilih cara yang tak biasa. Ia menyerahkan ban kapten tersebut kepada wasit pertandingan, Michael Oliver, agar diteruskan kepada Tchouameni.
Sontak, momen tersebut menuai berbagai reaksi dari penggemar sepak bola di seluruh dunia. Banyak pihak mengaitkan aksi ini dengan perilaku Mbappe di pertandingan sebelumnya. Dalam laga menghadapi Irak, Mbappe sempat terlihat mengarahkan petugas lapangan untuk menyingkirkan genangan air di area lapangan. Kini, tindakannya menyerahkan ban kapten melalui wasit kembali menambah daftar "perilaku unik" sang kapten di Piala Dunia 2026.
Di balik narasi yang berkembang di media sosial, tindakan Mbappe sebenarnya memiliki landasan yang sangat logis, yakni upaya keras untuk menaati regulasi terbaru yang diterapkan FIFA di Piala Dunia 2026.
FIFA memberlakukan aturan sangat ketat terkait teknis pergantian pemain dalam turnamen ini. Salah satu poin utamanya adalah kewajiban bagi pemain yang diganti untuk meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik. Jika pemain tersebut berada di posisi yang cukup jauh dari titik bench pemain, ia harus segera keluar melalui garis pembatas terdekat.
Dalam situasi tersebut, Mbappe menyadari bahwa ia berada cukup jauh dari posisi Tchouameni yang baru masuk ke lapangan. Jika ia memaksakan diri berlari menghampiri rekan setimnya untuk menyerahkan ban kapten, ia berisiko melanggar batas waktu 10 detik yang ditetapkan FIFA. Alhasil, ia memilih opsi paling efisien dengan menitipkan ban tersebut kepada wasit agar transisi kepemimpinan di lapangan berjalan cepat tanpa membuang waktu berharga.
Terlepas dari drama ban kapten, Prancis tampil begitu dominan dalam laga kontra Norwegia. Les Bleus sukses memetik kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 4-1.
Ousmane Dembele menjadi bintang utama dalam pertandingan ini dengan mencetak hat-trick spektakuler ke gawang Norwegia. Penyerang lincah tersebut sukses menggetarkan jala lawan pada menit ketujuh, ke-20, dan ke-32. Keunggulan Prancis semakin lengkap setelah Desire Doue menyumbangkan satu gol tambahan pada masa injury time babak kedua.
Kemenangan ini memastikan Prancis menyapu bersih seluruh laga di fase grup dengan tiga kemenangan beruntun. Hasil tersebut membuat tim besutan Didier Deschamps memantapkan posisi mereka di puncak klasemen Grup A.
Dengan raihan poin sempurna, Prancis kini melangkah mantap ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka dijadwalkan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari grup lain. Publik kini menanti, apakah kedisiplinan Mbappe dalam mengikuti aturan teknis di lapangan akan berlanjut hingga membawa Prancis mengangkat trofi juara dunia tahun ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media