Bola . 29/06/2026, 13:03 WIB

Mahrez Jadi Pahlawan Aljazair, Mimpi Piala Dunia Akhirnya Terwujud

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Riyad Mahrez akhirnya merasakan malam yang selama ini diimpikannya di panggung Piala Dunia. Kapten Aljazair itu tampil gemilang saat membawa timnya bermain imbang 3-3 melawan Austria pada laga terakhir Grup J Piala Dunia FIFA 2026, hasil yang memastikan langkah The Desert Foxes ke babak 32 besar.

Mahrez Tampil Gemilang dengan Dua Gol dan Satu Assist

Di usia 35 tahun, Mahrez membuktikan bahwa dirinya masih menjadi pemain yang mampu membuat perbedaan. Ia mencetak dua gol dan menyumbang satu assist dalam pertandingan yang berlangsung dramatis di Kansas City Stadium. Penampilan tersebut sekaligus menjadi gol perdana Mahrez di putaran final Piala Dunia setelah penantian panjang selama lebih dari satu dekade.

"Saya sangat bahagia. Ini adalah momen yang sangat penting, meski baru satu pertandingan. Saya senang akhirnya bisa mencetak gol pertama saya di Piala Dunia, tetapi yang terpenting adalah kami berhasil lolos ke babak berikutnya dan bisa terus bersaing di level tertinggi," ujar Mahrez kepada FIFA.

Mental Pantang Menyerah Jadi Kunci Aljazair

Laga berlangsung sengit sejak awal. Aljazair sempat dua kali tertinggal dari Austria, namun mampu bangkit setiap kali berada dalam tekanan. Mental pantang menyerah kembali menjadi kekuatan utama skuad asuhan Vladimir Petkovic yang sebelumnya juga berhasil bangkit saat menghadapi Yordania di fase grup.

Mahrez menjadi motor kebangkitan timnya. Ia mengawali aksinya dengan mempertahankan bola yang nyaris keluar lapangan sebelum memberikan assist untuk gol pembuka Aljazair. Tak lama berselang, pemain berpengalaman itu mencetak gol keduanya lewat sontekan mudah sebelum melengkapi penampilan impresifnya melalui penyelesaian tenang dengan kaki kanan.

Bek kanan Rafik Belghali mengaku kehadiran Mahrez memberikan pengaruh besar bagi permainan tim. Menurutnya, sang kapten bukan hanya menjadi panutan di atas lapangan, tetapi juga sosok yang selalu membantu rekan-rekannya berkembang.

"Riyad banyak membantu saya, baik soal posisi bermain maupun di luar lapangan. Dulu dia adalah idola saya. Sekarang bisa bermain bersamanya adalah sesuatu yang sangat istimewa. Kami semua tahu dia mampu menjadi pembeda, dan hari ini dia kembali membuktikannya," kata Belghali.

Penantian Panjang Mahrez Akhirnya Berbuah Manis

Bagi Mahrez, pencapaian ini memiliki makna yang sangat spesial. Setelah tampil singkat di Piala Dunia 2014, ia harus melewati dua edisi berikutnya sebagai penonton karena Aljazair gagal lolos. Saat memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 pada babak kualifikasi, Mahrez berjanji akan melakukan segalanya demi mengharumkan nama negaranya.

Janji tersebut kini mulai terwujud. Berbekal pengalaman sebagai juara Liga Inggris, Liga Champions UEFA, dan Piala Afrika 2019, Mahrez kini membawa Aljazair menatap babak gugur dengan penuh percaya diri.

Aljazair Siap Tantang Swiss di Babak 32 Besar

Selanjutnya, Aljazair akan menghadapi Swiss pada babak 32 besar. Pelatih Vladimir Petkovic menilai timnya terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang turnamen.

"Kami sedang membangun mentalitas juara sedikit demi sedikit. Dalam turnamen besar, yang terpenting adalah terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, dan itulah yang sedang kami lakukan," ujar Petkovic.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com