Bola . 01/07/2026, 16:26 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Bintang tim nasional Prancis, Kylian Mbappé, kembali menegaskan statusnya sebagai predator paling mematikan di panggung sepak bola dunia. Penyerang berusia 27 tahun itu baru saja menorehkan tinta emas dalam ajang Piala Dunia 2026 setelah mencetak dua gol krusial ke gawang Swedia pada babak 32 besar, Selasa 30 Juni 2026 waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Les Bleus melaju ke babak 16 besar dengan performa yang meyakinkan.
Dwigol yang ia ciptakan di hadapan publik stadion tidak hanya sekadar membawa Prancis unggul. Torehan tersebut melahirkan dua rekor fantastis yang mempertegas dominasi Mbappé di kancah internasional.
Mbappé membuka keran golnya tepat sebelum turun minum, yakni pada menit ke-45. Dalam situasi tendangan sudut pendek, bintang Real Madrid tersebut menerima bola di dalam kotak penalti. Dengan ketenangan luar biasa, ia mengecoh penyerang Swedia, Viktor Gyökeres, menggunakan gerakan step-over yang elegan. Sesaat kemudian, ia melepaskan tembakan melengkung akurat yang gagal dijangkau oleh kiper Swedia, Jacob Widell Zetterström.
Gol tersebut menjadi torehan ke-9 Mbappé di fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya. Catatan ini secara resmi menobatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah babak knockout Piala Dunia. Ia berhasil melampaui rekor dua legenda Brasil, Leônidas dan Ronaldo Nazário, yang sama-sama mengoleksi delapan gol.
Lebih mengesankan lagi, Mbappé membukukan sembilan gol tersebut hanya dalam sembilan pertandingan fase gugur selama tiga edisi Piala Dunia. Statistik ini membuktikan betapa efisien dan berbahayanya pergerakan Mbappé saat turnamen memasuki fase krusial.
Tak puas dengan satu gol, Mbappé kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-75. Ia melepaskan tembakan keras kaki kanan dari sisi kiri kotak penalti yang sukses menggetarkan jala gawang lawan. Tambahan gol kedua ini membuat koleksi total gol Mbappé di ajang Piala Dunia mencapai 18 gol.
Jumlah ini menyamai rekor yang sebelumnya dipegang oleh kapten timnas Argentina, Lionel Messi, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Perbedaannya terletak pada efektivitas waktu. Messi membutuhkan enam edisi Piala Dunia untuk mengumpulkan 18 gol tersebut, sedangkan Mbappé hanya memerlukan tiga turnamen untuk mencapai angka yang sama. Dengan usia yang baru menginjak 27 tahun, Mbappé memiliki peluang terbuka lebar untuk melampaui catatan tersebut dalam pertandingan berikutnya.
Brace ke gawang Swedia juga menempatkan Mbappé di posisi terdepan dalam perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Ia kini telah mengoleksi enam gol, unggul atas penyerang tajam asal Norwegia, Erling Haaland, serta menyamai jumlah gol Lionel Messi pada turnamen tahun ini.
Setelah gol keduanya tercipta, Mbappé merayakan momen tersebut dengan penuh emosional. Ia memeluk pelatih Didier Deschamps yang kembali mendampingi tim setelah sempat izin pulang ke Prancis untuk menghadiri pemakaman ibundanya. Momen ini menunjukkan ikatan yang kuat di dalam skuad Prancis di tengah perjuangan mereka mempertahankan kejayaan.
Sejak menjalani debut spektakuler pada Piala Dunia 2018, Mbappé terus konsisten menunjukkan ketajamannya di panggung terbesar sepak bola. Ia telah membantu Prancis meraih gelar juara dunia pada 2018, menyabet gelar Sepatu Emas pada edisi 2022, dan kini kembali memecahkan rekor di Piala Dunia 2026. Performa konsisten yang ia tunjukkan setiap empat tahun sekali semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah ada dalam sejarah turnamen ini.
Dunia kini menanti, sejauh mana Mbappé akan membawa Prancis melangkah di Piala Dunia 2026 dan rekor apa lagi yang akan ia pecahkan di pertandingan babak 16 besar mendatang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media