fin.co.id - Timnas Argentina memang lebih diunggulkan saat menghadapi Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, mantan asisten pelatih Mesir, Tito Garcia Sanjuan, menilai Lionel Messi dan kawan-kawan tidak akan menjalani pertandingan yang mudah.
Garcia Sanjuan, yang pernah menjadi asisten Javier Aguirre di tim nasional Mesir, meyakini kekuatan utama The Pharaohs bukan hanya berada pada sosok Mohamed Salah. Menurutnya, mentalitas, daya saing, dan kekompakan tim menjadi modal besar untuk memberikan perlawanan kepada sang juara bertahan.
Mentalitas Mesir Dinilai Bisa Merepotkan Argentina
Garcia Sanjuan mengatakan Mesir telah membangun karakter sebagai tim yang sangat kompetitif selama bertahun-tahun. Itulah alasan mengapa ia tidak menganggap Argentina akan melenggang dengan mudah ke perempat final.
"Mesir memiliki sesuatu yang menjadi ciri khas mereka selama 30 tahun terakhir. Semuanya tentang daya saing. Mereka adalah sebuah tim yang sesungguhnya. Argentina memang difavoritkan, tetapi saya tidak akan terkejut jika Mesir mampu memberikan perlawanan sengit. Ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah bagi Argentina," ujar Garcia Sanjuan kepada FIFA.
Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, kemampuan Mesir bermain dengan berbagai pendekatan taktik juga menjadi nilai tambah saat menghadapi lawan sekelas Argentina.
Mohamed Salah Masih Jadi Andalan
Meski menganggap kekuatan Mesir terletak pada kolektivitas, Garcia Sanjuan tetap menaruh harapan besar kepada Mohamed Salah.
Baca Juga
Ia menilai kapten Mesir itu pantas mendapatkan pengakuan yang lebih luas atas pencapaiannya selama berkarier, meski selama bertahun-tahun harus berada di era yang sama dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
"Mereka bisa mencetak sejarah, terutama Mohamed Salah. Ini kemungkinan menjadi Piala Dunia terakhirnya dan dia layak mendapatkan pengakuan yang lebih besar," kata Garcia Sanjuan.
Ia bahkan menilai keberhasilan menyingkirkan Argentina akan menjadi pencapaian sempurna untuk melengkapi karier Salah di level internasional.
Kekuatan Mesir Berasal dari Kompetisi Domestik
Garcia Sanjuan juga menyoroti fondasi tim Mesir yang dibangun dari kompetisi domestik. Sebanyak 17 dari 26 pemain dalam skuad Hossam Hassan berasal dari Liga Premier Mesir.
Baca Juga
Klub-klub seperti Al Ahly, Zamalek, dan Pyramids FC disebut menjadi tulang punggung perkembangan sepak bola Mesir. Bahkan Al Ahly menyumbangkan delapan pemain ke skuad Piala Dunia 2026.
Menurut Garcia Sanjuan, kontinuitas tersebut membuat para pemain telah memiliki chemistry yang kuat sebelum bergabung di tim nasional.