Bola . 06/07/2026, 13:13 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
"Pelatih mengingatkan kami dua atau tiga jam sebelum pertandingan. Beliau menunjukkan beberapa video dan menjelaskan bahwa mereka akan bermain sangat keras, melakukan pelanggaran, dan mencoba memprovokasi kami. Kami harus tetap fokus penuh, karena jika energi kami habis akibat terpancing emosi, kami akan kehilangan arah. Untungnya kami berhasil tetap fokus," kata Saliba.
Pendekatan tersebut terbukti efektif karena Prancis mampu mengendalikan jalannya pertandingan tanpa kehilangan konsentrasi.
Gelandang serang Ryan Cherki juga menilai kemenangan atas Paraguay menunjukkan sisi lain dari permainan Prancis.
Menurutnya, Les Bleus tidak hanya mampu memainkan sepak bola atraktif, tetapi juga siap menghadapi duel fisik ketika situasi pertandingan menuntut.
"Penting bagi kami menjalani pertandingan seperti ini di Piala Dunia agar semua orang tahu bahwa Prancis tidak hanya bisa bermain indah, tetapi juga siap menghadapi pertarungan fisik," ujar Cherki.
Mentalitas tersebut dinilai menjadi bekal berharga menjelang laga yang lebih berat di babak berikutnya.
Setelah melewati Paraguay, Prancis kini bersiap menghadapi Maroko pada babak perempat final.
Laga tersebut diperkirakan akan menjadi ujian yang jauh lebih berat. Namun, dengan pertahanan yang baru kebobolan dua gol sepanjang turnamen dan telah mengoleksi tiga clean sheet, Prancis memiliki alasan untuk percaya diri.
Jika lini belakang kembali tampil disiplin dan mampu meredam serangan lawan, peluang Les Bleus untuk melangkah ke semifinal sekaligus menjaga asa meraih gelar juara dunia tetap terbuka lebar.
Referensi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media