Bola . 08/07/2026, 12:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis. Juru taktik berusia 57 tahun itu telah memastikan akan mengakhiri masa baktinya bersama Les Bleus setelah turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko selesai.
Keputusan tersebut membuat setiap pertandingan Prancis di Piala Dunia kali ini memiliki makna tersendiri. Setiap laga bisa menjadi penampilan terakhir Deschamps di tepi lapangan, tetapi ia tetap bertekad menutup kariernya dengan cara terbaik, yakni membawa Prancis kembali menjadi juara dunia.
Saat ini, Prancis telah memastikan tempat di perempat final dan akan menghadapi Maroko. Kemenangan akan semakin mendekatkan Deschamps pada impiannya menutup karier bersama Les Bleus dengan trofi Piala Dunia ketiga bagi negaranya.
Warisan Deschamps jauh melampaui koleksi trofi. Sebelum generasinya muncul pada Piala Dunia 1998, Prancis belum pernah menjuarai ajang tersebut. Sebagai kapten, ia memimpin Les Bleus meraih gelar dunia pertama setelah mengalahkan Brasil 3-0 di final.
Kesuksesan itu menjadi titik balik sepak bola Prancis. Dari tim yang sebelumnya hanya sesekali bersaing di level tertinggi, Les Bleus berkembang menjadi salah satu kekuatan utama dunia.
Setelah pensiun sebagai pemain, Deschamps kembali menangani tim nasional pada 2012. Sejak saat itu, Prancis kembali menjadi langganan kandidat juara di setiap turnamen besar.
Di bawah kepemimpinan Deschamps, Prancis berhasil mencapai perempat final dalam empat edisi Piala Dunia secara beruntun. Catatan tersebut sebelumnya hanya mampu dicapai oleh Uni Soviet, Brasil, dan Jerman.
Statistiknya juga sangat impresif. Dari 24 pertandingan Piala Dunia sebagai pelatih, Deschamps mencatatkan 19 kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya dua kekalahan. Jika ditambah tujuh pertandingan yang dijalaninya sebagai pemain, ia telah terlibat langsung dalam 31 laga Piala Dunia bersama Prancis.
Usai kemenangan 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar, Deschamps juga mencatat sejarah sebagai pelatih pertama yang meraih 10 kemenangan pada fase gugur Piala Dunia.
Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menilai kekuatan terbesar Deschamps bukan hanya soal taktik, tetapi kemampuannya mengeluarkan potensi terbaik para pemain.
"Seorang pemimpin adalah seseorang yang membantu orang lain menjadi lebih baik daripada yang mereka kira bisa mereka capai," kata Wenger.
Sementara itu, legenda Prancis Thierry Henry menyebut kesuksesan Deschamps bukanlah hasil keberuntungan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media