Bola . 09/07/2026, 08:25 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Nama Andres Escobar selalu dikenang sebagai salah satu kisah paling kelam dalam sejarah Piala Dunia. Bek timnas Kolombia itu kehilangan nyawanya hanya beberapa hari setelah negaranya gagal melangkah ke babak berikutnya pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
Tragedi tersebut diyakini berkaitan dengan kekalahan taruhan yang dialami sejumlah pihak terhadap penampilan Kolombia di turnamen empat tahunan itu. Escobar kemudian menjadi sasaran kemarahan setelah mencetak gol bunuh diri yang berujung pada tersingkirnya tim berjuluk Los Cafeteros dari fase grup.
Saat datang ke Amerika Serikat, Kolombia sebenarnya dipandang sebagai salah satu kandidat kuat. Tim itu tampil meyakinkan sepanjang babak kualifikasi dan membawa ekspektasi tinggi dari publik sepak bola.
Namun, perjalanan mereka justru berakhir mengecewakan. Kolombia lebih dulu kalah 1-3 dari Rumania sebelum kembali tumbang 1-2 dari tuan rumah Amerika Serikat pada pertandingan 22 Juni 1994.
Pada laga melawan AS itulah Escobar tanpa sengaja membelokkan bola ke gawang sendiri ketika berupaya memotong umpan silang lawan. Gol bunuh diri tersebut menjadi titik balik yang membuat Kolombia gagal lolos ke babak selanjutnya.
Kegagalan itu memberikan tekanan besar kepada Escobar. Sang bek disebut merasa sangat terpukul karena banyak pihak menyalahkannya atas tersingkirnya Kolombia dari Piala Dunia.
Kepada The New York Times, dikutip Kamis 9 Juli 2026, kakak Andres Escobar, Santiago Escobar, mengungkapkan bahwa adiknya juga khawatir masa depannya di sepak bola akan terganggu. Padahal, saat itu pemain Atletico Nacional tersebut dikabarkan sedang masuk radar AC Milan sebagai calon penerus bek legendaris Italia, Franco Baresi.
Empat hari setelah pulang ke Kolombia, Escobar menghabiskan waktu bersama teman-temannya di sebuah klub malam di Medellin. Ketika hendak meninggalkan lokasi, ia didatangi sekelompok pria yang mengejek gol bunuh diri yang dicetaknya di Piala Dunia.
Sempat terjadi adu mulut, namun situasi terlihat mereda setelah Escobar masuk ke dalam mobilnya. Tak lama kemudian, suasana berubah mencekam.
Enam kali tembakan dilepaskan ke arah Escobar dari jarak dekat hingga membuat pemain berusia 27 tahun itu tewas di tempat. Berdasarkan kesaksian saksi mata, pelaku meneriakkan kata "Gol!" setiap kali melepaskan tembakan sebagai bentuk ejekan terhadap gol bunuh diri yang terjadi di Piala Dunia.
Mengutip CBS News, penyelidikan polisi menetapkan Humberto Munoz Castro sebagai pelaku penembakan. Ia merupakan pengawal pribadi Santiago Gallon Henao dan Pedro Gallon Henao, dua tokoh yang memiliki keterkaitan dengan jaringan kartel narkoba.
Munoz mengakui perbuatannya dan sempat dijatuhi hukuman 43 tahun penjara. Namun, ia akhirnya hanya menjalani hukuman selama 11 tahun sebelum dibebaskan.
Hasil penyelidikan juga mengungkap Santiago dan Pedro Gallon diduga mengalami kerugian dalam jumlah besar akibat memasang taruhan terhadap kiprah Kolombia di Piala Dunia 1994.
Keduanya diketahui memiliki hubungan dengan La Oficina de Envigado, organisasi kriminal yang berkembang setelah runtuhnya Kartel Medellin bentukan Pablo Escobar.
Dugaan kerugian akibat taruhan itulah yang diyakini menjadi salah satu motif di balik pembunuhan tragis Andres Escobar, sebuah peristiwa yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu tragedi paling memilukan dalam sejarah sepak bola dunia. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media