Bola

Di Tengah Desakan Mundur, Infantino Dipastikan Tetap Jadi Presiden FIFA

Gelombang kritik terhadap Gianni Infantino belum mampu menggoyahkan posisinya sebagai Presiden FIFA. Di tengah desakan mundur dari sejumlah

Di Tengah Desakan Mundur, Infantino Dipastikan Tetap Jadi Presiden FIFA
Presiden FIFA Gianni Infantino, Image: @gianni_infantino / Instagram

fin.co.id - Gelombang kritik terhadap Gianni Infantino belum mampu menggoyahkan posisinya sebagai Presiden FIFA. Di tengah desakan mundur dari sejumlah pihak, termasuk UEFA dan beberapa tokoh sepak bola dunia, Infantino dipastikan tetap memimpin organisasi sepak bola tertinggi tersebut setelah mendapat dukungan penuh dari jajaran eksekutif FIFA.

Keputusan itu diambil setelah rapat Dewan Manajemen FIFA yang berlangsung di Rabat, Maroko, pada Rabu (5/8). Dalam pertemuan tersebut, FIFA mengakui adanya kesalahan dalam proses penyusunan proposal investasi melalui FIFA Forward Enterprise (FFE), namun tetap menegaskan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.

FIFA Beri Dukungan Penuh kepada Gianni Infantino

Usai rapat, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom bersama anggota Dewan Manajemen mengeluarkan pernyataan yang menegaskan dukungan penuh kepada Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.

Infantino juga menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang terjadi dalam penyusunan proposal FFE. Melalui surat yang dikirim kepada wakil presiden FIFA, anggota dewan, dan 211 asosiasi anggota, ia mengakui adanya kekeliruan dalam proses tersebut serta berjanji agar hal serupa tidak terulang.

FIFA menyatakan kesalahan yang terjadi bukan berasal dari niat untuk menutup proses pengambilan keputusan dari para anggota. Organisasi itu juga mengakui penanganan komunikasi setelah proposal tersebut bocor ke media tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Kontroversi Proposal FIFA Forward Enterprise

Kontroversi bermula ketika Gianni Infantino menawarkan pembentukan FIFA Forward Enterprise, sebuah anak perusahaan baru yang dirancang untuk membuka peluang investasi swasta terhadap berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri.

Sebagai bagian dari proposal itu, setiap asosiasi anggota FIFA disebut akan menerima dana sebesar 40 juta dolar AS apabila menyetujui rencana tersebut.

Namun, proposal tersebut menuai kritik tajam karena dinilai disusun tanpa transparansi yang memadai. UEFA bahkan menyebutnya sebagai kesepakatan tertutup yang tidak mencerminkan prinsip tata kelola organisasi yang baik.

Penolakan juga datang dari sejumlah pejabat internal FIFA. Dalam memo kepada staf FIFA, Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom sebelumnya menyebut situasi tersebut sebagai rangkaian peristiwa yang memprihatinkan.

UEFA Tetap Kehilangan Kepercayaan

Meski FIFA telah menyampaikan permintaan maaf dan membatalkan proposal FFE, hubungan dengan UEFA belum membaik.

UEFA tetap menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino dan bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap FIFA.

Berita Terkait