Balap . 19/08/2026, 19:13 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Marco Bezzecchi mendapatkan pesan penting dari Aprilia setelah melewati periode sulit pada paruh pertama musim MotoGP 2026. Tim meminta pembalap asal Italia itu untuk tidak lagi terlalu memaksakan diri demi mengejar kemenangan di setiap balapan.
Pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil di Silverstone. Bezzecchi berhasil mengakhiri dua balapan dengan finis di posisi ketiga, sekaligus mengembalikan kepercayaan dirinya setelah mengalami rangkaian hasil buruk, kecelakaan, penalti, dan cedera.
Bagi Aprilia, perubahan pendekatan mental menjadi salah satu kunci agar Bezzecchi kembali tampil konsisten.
Paruh pertama musim 2026 tidak berjalan sesuai harapan Bezzecchi. Pembalap Aprilia tersebut sebelumnya sempat berada dalam persaingan perebutan gelar juara dunia, tetapi kemudian kehilangan banyak poin akibat serangkaian hasil buruk.
Dalam delapan balapan, Bezzecchi mencatat enam kali gagal mendapatkan poin. Pada empat seri di Balaton, Brno, Assen, dan Sachsenring, ia hanya mampu mengumpulkan 13 poin dari kemungkinan 148 poin.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Aprilia karena kemampuan motor sebenarnya dinilai tidak menjadi masalah utama.
Manajer tim Aprilia, Paolo Bonora, mengatakan tim telah melakukan evaluasi terhadap apa yang terjadi pada paruh pertama musim. Dari evaluasi tersebut, Aprilia melihat bahwa motor mereka mampu tampil kompetitif di berbagai sirkuit.
Masalah yang lebih besar justru muncul dari cara Bezzecchi mengelola balapan.
Menurut Bonora, Bezzecchi terkadang terlalu memaksakan diri ketika mengetahui dirinya memiliki kecepatan yang cukup untuk mencatat waktu lap terbaik.
Situasi tersebut membuat Bezzecchi berusaha mengambil lebih banyak risiko pada bagian awal balapan. Padahal, menurut Aprilia, pembalap tidak selalu harus langsung menyerang secara maksimal sejak awal.
Pesan yang diberikan kepada Bezzecchi cukup sederhana. Ia diminta untuk tetap berada dalam persaingan tanpa merasa harus memenangkan setiap balapan.
Pendekatan itu penting karena MotoGP merupakan kompetisi yang sangat panjang. Kejuaraan dunia tidak hanya ditentukan oleh jumlah kemenangan, tetapi juga oleh konsistensi dalam mengumpulkan poin.
Pembalap yang mampu finis secara rutin sering kali memiliki keuntungan besar dibandingkan pembalap yang sangat cepat tetapi terlalu sering gagal menyelesaikan balapan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media